BPOM Prioritaskan Laporan Masyarakat Melalui Jalur Resmi Pengaduan

  • 13 Jul 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPOM menerima dan menindaklanjuti laporan produk bermasalah melalui jalur resmi termasuk Halo BPOM, surat resmi, media sosial, dan kunjungan langsung ke kantor.
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan bahwa hanya laporan yang disampaikan melalui pesan pribadi atau jalur resmi yang ditindaklanjuti, bukan komentar media sosial biasa.
  • Setiap laporan yang masuk harus melalui proses klarifikasi terlebih dahulu sebelum BPOM mengambil langkah pengawasan atau penindakan terhadap produk.
  • BPOM mengapresiasi peran aktif masyarakat dan influencer dalam melaporkan dugaan pelanggaran dan efek samping produk untuk memperkuat pengawasan keamanan produk.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan seluruh laporan dugaan produk bermasalah ditindaklanjuti apabila disampaikan melalui jalur resmi yang tersedia. Laporan masyarakat menjadi sumber penting dalam memperkuat pengawasan peredaran produk.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat melalui Halo BPOM, surat resmi, hingga media sosial.Laporan juga dapat disampaikan langsung ke kantor BPOM maupun melalui pesan pribadi.

“Ternyata yang kita temukan, masyarakat memberikan laporan kepada kami lewat Halo BPOM atau lewat jalur resmi. Bahkan ada yang datang langsung ke kami, termasuk melalui channel media sosial,” kata Taruna Ikrar saat diwawancarai awak media usai Konferensi Pers Hasil Intensifikasi Pengawasan Kosmetik Tahun 2026 di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Namun, Taruna menegaskan BPOM tidak menjadikan komentar di media sosial sebagai dasar tindakan. Menurutnya, laporan yang dikirim melalui pesan pribadi menunjukkan keseriusan pelapor sehingga layak diproses lebih lanjut.

“Kalau sifatnya hanya komen-komen, kami tidak tindak lanjuti. Tapi kalau sudah melalui inbox, baik ke media sosial BPOM maupun media sosial pribadi saya, itu kami tindak lanjuti karena saya menganggap mereka sudah serius memberikan laporan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap laporan yang masuk tidak serta-merta dinyatakan benar. BPOM terlebih dahulu melakukan proses klarifikasi sebelum mengambil langkah pengawasan maupun penindakan.

“Yang pertama tentu proses klarifikasi perlu berjalan. Karena tidak semua laporan itu benar,” ucap Taruna.

BPOM mengapresiasi masyarakat dan influencer yang aktif melaporkan dugaan pelanggaran serta efek setelah menggunakan suatu produk. Laporan membantu memperkuat pengawasan keamanan produk yang beredar di masyarakat.

“Kita apresiasi kawan-kawan influencer dan masyarakat luas yang telah memberikan aspirasi serta laporannya ke Badan POM. Baik itu melalui jalur resmi, Halo BPOM, aplikasi yang telah kami buat, maupun media sosial,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....