Menkes Tekankan Deteksi Aktif Percepat Eliminasi Kusta Nasional
- 11 Jul 2026 18:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penemuan kasus aktif kusta menjadi strategi utama untuk mempercepat eliminasi dan memutus penularan penyakit.
- Indonesia saat ini menemukan 14-15 ribu kasus baru kusta setiap tahun, namun angka tersebut masih diperkirakan lebih rendah dari kenyataan.
- Menkes Budi akan memberikan apresiasi kepada puskesmas yang menemukan kasus kusta terbanyak guna meningkatkan deteksi dini.
- Eliminasi kusta memerlukan kolaborasi lintas sektor, bukan hanya mengandalkan sektor kesehatan saja.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penemuan kasus aktif menjadi kunci percepatan eliminasi kusta. Langkah itu sekaligus memutus penularan dan mengurangi risiko kecacatan pada pasien.
Menurutnya, pasien yang segera terdeteksi dapat langsung memperoleh pengobatan secara gratis. Penanganan cepat diyakini mampu menghentikan penyebaran penyakit lebih efektif.
Menkes menegaskan kusta merupakan penyakit akibat infeksi bakteri, bukan kutukan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lagi memberikan stigma kepada penyandang kusta.
Budi menyebut banyak penderita terlambat terdeteksi hingga mengalami kecacatan saat memulai pengobatan. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya eliminasi kusta di Indonesia.
“Strateginya satu, temukan sebanyak-banyaknya kasus, lalu segera obati agar penularan berhenti. Semakin banyak ditemukan, semakin banyak pasien disembuhkan,” kata Menkes dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia mengatakan, Indonesia menemukan sekitar 14 ribu hingga 15 ribu kasus baru kusta setiap tahun. Namun, angka tersebut diperkirakan masih lebih rendah dibandingkan kondisi sebenarnya di masyarakat.
Pemerintah berencana memberikan apresiasi kepada puskesmas yang berhasil menemukan kasus kusta terbanyak. Kebijakan itu diharapkan mendorong peningkatan deteksi dini di berbagai daerah.
“Kami akan memberi apresiasi kepada puskesmas yang menemukan kasus kusta terbanyak. Harapannya deteksi dini meningkat sehingga eliminasi kusta semakin cepat tercapai,” ujar Budi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut disampaikan dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 di Jakarta.
Pratikno mengatakan, percepatan eliminasi kusta membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah dinilai memegang peran penting memperkuat penemuan kasus dan pengobatan dini.
“Penanganan kusta tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah memegang peran penting dalam percepatan eliminasi kusta,” kata Pratikno.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....