Skrining Kusta Masuk CKG, Kemenkes Percepat Eliminasi

  • 16 Jan 2026 12:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan skrining kusta akan dimasukkan ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mulai 2026. Hal ini dilakukan untuk mempercepat upaya eliminasi penyakit menular tersebut.

“Kita tinggal ubah sedikit isinya. Tadinya belum ada skrining lepra, sekarang kita masukkan skrining lepra mulai tahun ini,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers, Jumat, 16 Januari 2026.

Meski tergolong penyakit yang sulit menular, kata Budi, pemerintah tetap berkomitmen melakukan deteksi aktif dengan menjaring penderita sebanyak mungkin. Ia menjelaskan hal ini dilakukan agar yang terinfeksi kusta dapat segera mendapatkan pengobatan.

“Saat ini ada sekitar 13.000 sampai 15.000 penderita kusta," kata dia. "Tapi angka sebenarnya bisa lebih tinggi karena masih banyak yang belum terdeteksi."

Selain itu, Kemenkes akan memberikan penghargaan kepada kepala daerah dan puskesmas yang berhasil menemukan kasus kusta terbanyak. Hal tersebut untuk memperluas jangkauan temuan kasus kusta di Indonesia.

“Kita mau semua daerah aktif mencari. Kalau banyak menemukan, berarti sistem deteksinya berjalan," ucap Menkes. "Selain memasukkan skrining kusta ke dalam CKG, kita akan melakukan pemeriksaan PCR di bagian timur yang menjadi salah satu daerah dengan kasus cukup tinggi."

Sementara, The Nippon Foundation, dan Sasakawa Health Foundation tengah mengembangkan model intervensi berbasis bukti untuk mendukung deteksi dini. Sekaligus untuk mengurangi stigma terhadap penderita kusta di Indonesia.

“Riset kami dilakukan di empat wilayah, yaitu Probolinggo, Tojo Una-Una, Mimika, dan Lembata," katanya. "Secara fakta dan data, kasus kusta di Indonesia masih cukup tinggi karena penyakit ini memiliki aspek medis dan sosial."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....