Menkes Bangga Orang Indonesia Pimpin Lancet Commission

  • 22 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi keterlibatan peneliti Indonesia dalam memimpin Lancet Commission yang berfokus pada Indonesia.
  • Menurutnya, capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi dunia kesehatan dan riset nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi keterlibatan peneliti Indonesia dalam memimpin Lancet Commission yang berfokus pada Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi dunia kesehatan dan riset nasional.

“Ini pertama kali Lancet Commission regional membuat research paper mengenai Indonesia dan chair-nya orang Indonesia. Jadi saya bangga sekali dengan Pak Oni ini,” kata Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai awak media di kantor Kemenkes Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Budi menjelaskan, selama ini Indonesia belum pernah menjadi pemimpin dalam komisi riset yang diterbitkan jurnal kesehatan internasional bergengsi tersebut. Ia menilai kepemimpinan peneliti Indonesia menunjukkan pengakuan dunia terhadap kapasitas ilmuwan nasional.

“Biasanya Lancet Commission, salah satu research journal paling terkenal di kesehatan, belum pernah Indonesia jadi lead-nya. Sekarang Pak Oni bisa membuat pertama kalinya Indonesia jadi pimpinan untuk Lancet Commission research journal ini,” ujarnya.

Budi juga mengungkapkan bahwa dari jutaan publikasi akademik yang diterbitkan Lancet, jumlah Lancet Commission sangat terbatas. Bahkan, komisi yang secara khusus membahas sistem kesehatan suatu negara hanya berjumlah sekitar lima hingga enam.

“Yang benar-benar Lancet Commission baru 129 dan yang fokus pada sistem kesehatan negara, baru lima atau enam. Karena itu Indonesia masuk dalam negara yang terpilih untuk menjalani Lancet Commission,” ucapnya.

Ia berharap semakin banyak peneliti Indonesia yang terlibat dalam komisi-komisi internasional. Menurutnya, sebagai negara besar, Indonesia perlu meningkatkan kontribusi dalam penelitian kesehatan global.

“Harusnya Indonesia makin lama makin banyak. Masuk sebagai anggota saja sudah sesuatu banget. Karena kita sebagai negara besar, dibandingkan yang lain sih kita ketinggalan,” kata Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....