Kemenkes Sebut Indonesia Masih Hadapi Tantangan Besar Dengue

  • 16 Jun 2026 09:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mengingatkan bahwa dengue masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia
  • PLT Direktur Jenderal Kesehatan (Kemenkes), Andi Saguni mengatakan penyebaran dengue dipengaruhi perubahan iklim, kondisi lingkungan, mobilitas penduduk, serta kesiapan sistem kesehatan nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mengingatkan bahwa dengue masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia. Hal tersebut disampaikan PLT Direktur Jenderal Kesehatan (Kemenkes), Andi Saguni.

“Indonesia merupakan negara dengan beban dengue tertinggi di kawasan Asia Tenggara dan termasuk yang tertinggi di dunia. Meskipun jumlah kasus menunjukkan fluktuasi dari tahun ke tahun, kita tidak boleh lengah,” kata Andi Saguni dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.

Andi mengatakan penyebaran dengue dipengaruhi perubahan iklim, kondisi lingkungan, mobilitas penduduk, serta kesiapan sistem kesehatan nasional. Oleh karena itu, penanggulangan dengue harus dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan preventif, prediktif, dan berkelanjutan yang lebih kuat.

“Pendekatan penanggulangannya tidak dapat lagi bersifat reaktif semata. Tetapi harus juga semakin preventif, prediktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Andi mengungkapkan, sepanjang 2025 Indonesia mencatat sekitar 161 ribu kasus dengue dengan lebih dari 600 kematian. Data tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pengendalian penyakit ini masih perlu diperkuat.

“Data ini mengingatkan kita bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Tantangan kita saat ini adalah memastikan seluruh upaya penanggulangan dengue berjalan dalam satu kerangka nasional yang terpadu, berbasis bukti, dan didukung oleh koordinasi lintas sektor,” ucap Andi.

Menurut Andi, media memiliki peran strategis dalam memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat mengenai dengue. Penyampaian informasi yang akurat dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan pencegahan penyakit.

“Melalui edukasi yang tepat, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya deteksi dengue melalui pengenalan pola demam dan tanda bahaya atau warning signs. Sehingga dapat segera mengambil keputusan untuk mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.

Andi mengatakan penyebaran dengue dipengaruhi perubahan iklim, lingkungan, mobilitas penduduk, serta kesiapan sistem kesehatan nasional. Oleh karena itu, penanggulangan dengue harus dilakukan komprehensif melalui pendekatan preventif, prediktif, dan berkelanjutan yang lebih kuat.

“Saya ingin menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan dengue tidak dapat dicapai oleh sektor kesehatan saja. Penanganannya memerlukan kolaborasi lintas sektor, dukungan masyarakat, serta langkah preventif, prediktif, dan berkelanjutan yang kuat,” ucap Andi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....