Kemenkes Perluas Puskesmas Ramah Lansia di Indonesia

  • 13 Jun 2026 19:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan terus memperkuat pelayanan kesehatan lansia melalui pendekatan terintegrasi dan pengembangan puskesmas ramah lansia.
  • Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi menekankan pentingnya pelayanan kesehatan lansia terintegrasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi lanjut usia. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan terintegrasi dan puskesmas ramah lansia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menegaskan pentingnya layanan menyeluruh. Lansia dinilai membutuhkan pemeriksaan yang lebih komprehensif.

Menurut Imran, kondisi kesehatan lansia tidak cukup dinilai berdasarkan satu penyakit. Penanganan harus mencakup seluruh aspek kesehatan.

“Lansia membutuhkan pendekatan terintegratif. Pemeriksaannya dilakukan secara holistik, bukan hanya berdasarkan penyakit tertentu,” kata Imran usai menghadiri Peringatan Hari Lansia 2026 di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.

Saat ini terdapat sekitar 8.000 puskesmas ramah lansia di Indonesia. Jumlah tersebut berasal dari sekitar 10.200 puskesmas yang ada.

Ia menyebut seluruh puskesmas di Jakarta telah menerapkan layanan ramah lansia. Bahkan fasilitas puskesmas pembantu juga telah menyesuaikan layanan.

Selain pelayanan kesehatan, Kemenkes menyoroti pentingnya pemenuhan gizi. Nutrisi dinilai berpengaruh besar terhadap kualitas hidup lansia.

“Nutrisi lansia sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup. Pemenuhannya harus dimulai jauh sebelum usia lanjut,” ujarnya.

Imran menjelaskan konsumsi karbohidrat berlebihan dapat memicu masalah kesehatan. Salah satunya peningkatan risiko penyakit diabetes.

Menurutnya, diabetes menjadi pemicu berbagai penyakit lainnya. Karena itu, pola makan seimbang perlu diterapkan sejak dini.

Kemenkes juga memperkuat edukasi kesehatan dan pemeriksaan rutin masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif.

“Kalau masyarakat miskin masuk PBI, layanan kesehatannya akan ditanggung BPJS. Akses kesehatan harus tetap terjamin,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....