Dokter Ortopedi Tekankan Pentingnya Evaluasi Nyeri yang Berlangsung Lama

  • 06 Jun 2026 14:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nyeri merupakan sinyal tubuh yang menandakan adanya gangguan kesehatan dan perlu mendapat perhatian serius
  • Nyeri yang bertahan selama satu hingga dua minggu meski sudah diobati atau dipijat harus segera dievaluasi dokter
  • Penggantian sendi lutut umumnya dilakukan pada pasien berusia di atas 65 tahun, sedangkan pasien lebih muda memerlukan pemeriksaan menyeluruh

RRI.CO.ID, Jakarta - Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi I Made Yudi Mahardika mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan nyeri yang berlangsung lama. Nyeri merupakan sinyal tubuh yang menandakan adanya masalah kesehatan sehingga perlu mendapatkan perhatian.

“Pertama kita harus sadar ya untuk semua yang terjadi di tubuh kita. Nyeri itu adalah suatu sensasi yang merupakan suatu sinyal. bahwa terjadi sesuatu di badan kita,” ucapnya dalam Press Conference 'Symposium Orthovolution Siloam Hospitals Mampang 2026' di Park Hyatt, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurutnya, setiap orang harus menyadari perubahan yang terjadi pada tubuh, termasuk munculnya rasa nyeri. Ia menegaskan nyeri yang bertahan selama satu hingga dua minggu wajib dievaluasi lebih lanjut.

“Jadi jangan pernah menyepelekan suatu nyeri yang, terutama nyeri yang bertahan 1-2 minggu, sudah minum obat, sudah paling awal mesti pijet. Nggak membaik nih, nah itu wajib sekali untuk dievaluasi,” kata Yudi.

Yudi menjelaskan pemeriksaan tidak hanya bertujuan menghilangkan rasa nyeri yang dirasakan pasien. Dokter juga akan mencari penyebab utama yang memicu timbulnya keluhan nyeri tersebut.

Ia mengatakan masyarakat selama ini lebih sering menjalani pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan kesehatan umum. Sementara pemeriksaan kesehatan tulang maupun lutut masih jarang dilakukan secara rutin.

Menurutnya, penggantian sendi lutut sendiri umumnya diperuntukkan bagi pasien berusia di atas 65 tahun. Pada usia yang lebih muda, penanganan dilakukan melalui evaluasi kondisi lutut dan penyebab keluhan.

“Karena penggantian sendi lutut itu biasanya kita gunakan pada pasien di atas umur 65 tahun. Karena pasien itu akan implantasi awet, aktivitasnya juga lebih bisa kita takar,” ujarnya.

Ia menjelaskan pemeriksaan dapat dilakukan melalui rontgen dan MRI apabila memang diperlukan. Yudi menegaskan nyeri yang tidak membaik setelah istirahat atau pengobatan sebaiknya segera dievaluasi, terutama bila disertai pembengkakan menetap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....