Dokter Ortopedi Soroti Anggapan Keliru tentang Pengobatan Nyeri di Tulang

  • 06 Jun 2026 14:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nyeri yang dikeluhkan pasien harus ditelusuri penyebabnya terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan yang tepat
  • Miskonsepsi yang sering terjadi adalah anggapan bahwa semua nyeri dapat diselesaikan hanya dengan obat-obatan
  • Keterlambatan berobat dan harapan mendapatkan solusi instan dapat menghambat penanganan kasus yang lebih kompleks

RRI.CO.ID, Jakarta - Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Dohar A. L. Tobing mengatakan nyeri yang dikeluhkan pasien harus ditelusuri penyebabnya terlebih dahulu. Menurutnya, dokter perlu mencari sumber masalah serta menentukan solusi yang sesuai kondisi pasien.

Ia menjelaskan keluhan sakit tidak selalu berkaitan dengan nyeri semata karena bisa disertai kelainan bentuk. Jika ditemukan gangguan seperti kelainan tulang belakang, penanganan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

“Kalau kita bicara nyeri tentu kita mesti cari nyerinya, lalu kemudian kita mencari apa masalahnya lalu kita mencarikan solusinya. Kalau mereka bilang sakit tapi ternyata ada kelainan bentuk dari tulang belakang maka tentu juga kita mesti mencari solusinya,” ujarnya dalam Press Conference 'Symposium Orthovolution Siloam Hospitals Mampang 2026' di Park Hyatt, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Dohar menilai miskonsepsi yang sering terjadi adalah anggapan bahwa nyeri hanya dapat diatasi obat-obatan. Padahal, kasus nyeri punggung bawah atau pinggang memiliki banyak penyebab yang membutuhkan penanganan berbeda.

“Padahal kita kan misalnya orang sakit punggung bawah atau pinggang kan seribu satu macem penyebabnya. Sehingga kita perlu mencari solusi berdasarkan apa yang ada,” ucapnya.

Ia mengatakan masyarakat Indonesia sering menunda pemeriksaan karena lebih dahulu mencoba berbagai pengobatan rumahan. Ketika keluhan tidak membaik, banyak pasien beralih ke pijat sebelum akhirnya mendatangi dokter atau rumah sakit.

Menurut Dohar, keterlambatan tersebut membuat sebagian pasien berharap nyeri dapat hilang secara instan saat berobat. Padahal, beberapa kasus memiliki komplikasi sehingga memerlukan tindakan tertentu, termasuk operasi, bukan sekadar obat.

“Harapan pasien solusinya simple tapi kita sebagai dokter mesti bisa menerjemahkan bahwa sebenarnya tidak simple, ini complicated. Gimana caranya meyakinkan pasien untuk mengerti bahwa solusi yang diperlukan adalah, katakanlah suatu tindakan,” kata Dohar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....