Teknologi Robotik Tingkatkan Presisi Operasi Penggantian Sendi Lutut
- 06 Jun 2026 14:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Teknologi robotik membantu dokter melakukan pemotongan tulang dengan tingkat presisi lebih tinggi pada operasi penggantian sendi lutut
- Metode robotik mengurangi pelepasan jaringan lunak berlebihan sehingga perdarahan selama operasi menjadi lebih sedikit
- Sistem robotik memungkinkan pemetaan dilakukan saat operasi tanpa memerlukan CT scan atau pemetaan praoperasi
RRI.CO.ID, Jakarta - Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi I Made Yudi Mahardika mengatakan teknologi robotik membantu meningkatkan presisi operasi penggantian sendi lutut. Menurutnya, robot tidak menggantikan peran dokter, melainkan memfasilitasi tindakan bedah agar lebih akurat.
“Itu bukan robotnya yang bekerja untuk kita. Tapi kita yang mendapat fasilitasi dari robot untuk membantu si potongan lebih presisi,” katanya dalam Press Conference 'Symposium Orthovolution Siloam Hospitals Mampang 2026' di Park Hyatt, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Yudi menjelaskan penggunaan robotik memungkinkan pemotongan tulang dilakukan lebih spesifik sesuai kebutuhan setiap pasien. Teknologi tersebut membantu dokter menentukan sudut pemotongan hingga tingkat pecahan derajat secara lebih presisi.
Ia mengatakan metode robotik juga mengurangi kebutuhan pembebasan jaringan lunak dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat perdarahan selama operasi menjadi lebih sedikit dibandingkan teknik konvensional sebelumnya.
Menurutnya, prosedur konvensional memerlukan berbagai alat berbeda untuk melakukan beberapa tahapan pemotongan tulang. Sementara metode robotik memungkinkan dokter melakukan perencanaan pemotongan setelah tulang berhasil diekspos.
Yudi menuturkan teknologi robotik membantu mengembalikan keseimbangan ligamen dan jaringan lunak lutut secara alami. Dengan pendekatan tersebut, fungsi dan pola gerak lutut pasien dapat dipertahankan mendekati kondisi sebelum operasi.
| Baca juga: Dokter Dorong Skrining Kanker Tepat Sasaran |
“Jadi di lutut-lutut kita ada ligamen-ligamen atau soft tissue yang menjaga kestabilitasannya. Jadi kita bisa mengembalikan hal tersebut seperti alaminya, seperti pasien sebelum operasi,” ucap Yudhi.
Ia menambahkan sistem robotik yang digunakan tidak memerlukan CT scan maupun pemetaan sebelum operasi. Proses pemetaan dilakukan langsung saat operasi sehingga tindakan lebih cepat dan mengurangi ketidaknyamanan pasien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....