Perut Begah usai Makan Daging saat Iduladha? Ini Rekomendasi Teh yang Cocok

  • 28 Mei 2026 06:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Teh Pu'er tea efektif membantu memecah lemak setelah konsumsi daging berlebih.
  • Oolong tea dan Chrysanthemum tea membantu pencernaan dan menyeimbangkan kondisi tubuh.
  • Teh sebaiknya diminum 45–60 menit setelah makan dan dalam kondisi hangat agar manfaatnya optimal.

RRI.CO.ID, Jakarta – Setelah menyantap hidangan daging yang melimpah saat perayaan Iduladha, banyak orang merasakan perut begah dan “berat”. Untuk mengatasi kondisi tersebut, sejumlah jenis teh disebut dapat membantu menetralisir efek konsumsi daging berlebih.

Konsumsi teh yang tepat juga dapat mendukung proses pencernaan. Salah satu yang paling direkomendasikan adalah teh Pu'er tea.

Teh fermentasi khas Tiongkok ini dikenal efektif membantu memecah lemak. Sehingga kerap menjadi pilihan setelah mengonsumsi makanan berlemak tinggi.

Selain itu, teh Oolong juga dinilai cocok karena mampu menyeimbangkan rasa makanan berat. Teh ini juga dapat membantu tubuh mencerna protein tanpa terlalu membebani lambung.

Sementara itu, bagi yang merasa tubuh “panas” setelah makan daging, teh herbal Chrysanthemum bisa menjadi alternatif. Dalam konsep pengobatan tradisional Tiongkok, daging tergolong makanan yang bersifat “menghangatkan”.

Teh krisan yang bersifat “mendinginkan” dipercaya dapat membantu menyeimbangkan kondisi tubuh dan mengurangi rasa tidak nyaman. Meski demikian, cara konsumsi teh juga perlu diperhatikan.

Sebaiknya tidak langsung minum teh setelah makan daging. Hal ini karena dapat mengganggu penyerapan protein dan zat besi.

Idealnya, teh dikonsumsi sekitar 45 hingga 60 menit setelah makan. Selain itu, teh sebaiknya diminum dalam kondisi hangat agar membantu kerja sistem pencernaan dalam memecah lemak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....