Lebih Baik Sarapan atau Tidak? Intip Efeknya Bagi Tubuh

  • 26 Mei 2026 20:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sarapan membantu menjaga energi, fokus, dan metabolisme tubuh.
  • Melewatkan sarapan bisa memicu lapar berlebih, gangguan metabolisme, dan sulit konsentrasi.
  • Kebutuhan sarapan berbeda pada setiap orang, yang penting nutrisi harian tetap terpenuhi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Sarapan sering dianggap penting karena membantu menjaga energi, fokus, dan metabolisme tubuh tetap stabil sepanjang hari. Namun, sebagian orang memilih melewatkan sarapan karena menjalani intermittent fasting atau memang belum merasa lapar sejak pagi.

Perdebatan soal pentingnya sarapan masih terus muncul dan membuat banyak orang penasaran dengan dampaknya bagi kesehatan tubuh. Untuk memahaminya, perlu dilihat pengaruh sarapan terhadap fungsi otak, berat badan, metabolisme, hingga risiko penyakit jangka panjang.

Pentingnya Sarapan untuk Kesehatan

Walau punya banyak manfaat, sebagian orang tetap memilih untuk mengosongkan perut di pagi hari. Berikut beberapa dampak buruk yang bisa terjadi jika sering melewatkan makan pagi, melansir dari berbagai sumber:

1. Memicu Nafsu MakanBerlebih di Siang atau Malam Hari.

Saat melewatkan sarapan, rasa lapar biasanya muncul lebih kuat sehingga seseorang lebih sulit mengontrol pola makan harian. Kondisi tersebut sering memicu keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak dalam porsi lebih banyak saat makan.

2. Berpotensi Mengacaukan Sistem Metabolisme Tubuh.

Kebiasaan melewatkan sarapan dapat membuat kadar gula darah dan insulin menjadi kurang stabil dalam aktivitas sehari-hari tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berisiko memperlambat metabolisme sehingga pembakaran kalori tubuh saat beristirahat menjadi berkurang.

3. Dampak Sarapan terhadap Fokus dan Aktivitas

Tidak sarapan sering membuat tubuh lebih cepat lelah, sulit fokus, serta memicu pusing akibat rendahnya gula darah. Kondisi tersebut dapat mengganggu produktivitas kerja maupun performa belajar, terutama saat menjalani aktivitas padat setiap harinya.

Apakah Ada Sisi Positif dari Melewatkan Makan Sarapan?

Sebagian orang sengaja melewatkan makan pagi demi menjalani metode diet populer seperti intermittent fasting. Pola ini memicu proses autofagi yang membantu regenerasi sel sekaligus meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh.

Selain itu, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk makan jika belum merasa lapar di pagi hari. Cobalah lebih peka mendengarkan sinyal alami tubuh dan makanlah saat perut benar-benar membutuhkan asupan.

Lalu, Lebih Baik Sarapan atau Melewatkannya?

Pilihan untuk sarapan atau melewatkannya kembali lagi pada kebutuhan tubuh dan gaya hidup masing-masing. Setiap orang tentu memiliki tujuan kesehatan yang berbeda dalam menentukan pola makan pagi mereka.

Cocok bagi kamu yang Memiliki Kondisi Ini:

1. Sarapan sangat dianjurkan jika kamu kerap merasa lemas atau sulit fokus akibat mengosongkan perut di pagi hari.
2. Bagi penderita diabetes atau gangguan metabolisme, makan pagi sangat membantu menjaga stabilitas kadar gula darah.
3. Makan pagi juga ampuh mengontrol nafsu makan jika sering merasa kelaparan saat siang atau malam hari.

Sebaliknya, Jika Anda Berada dalam Kondisi Ini:

1. Tidak merasa lapar di pagi hari, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk menyantap makanan.
2. Bagi Anda yang sedang menjalani pola makan intermittent fasting, melewatkan sarapan justru bisa mendatangkan manfaat tertentu.
3. Jika lebih suka makan porsi besar saat siang atau malam, pola ini tetap sehat selama kalori harian terkontrol.

Makan pagi terbukti mampu meningkatkan energi sekaligus konsentrasi, meski kebutuhan ini tentu berbeda bagi setiap orang. Kuncinya, pastikan selalu mengonsumsi menu sehat bergizi seimbang pada setiap waktu makan.

Jika sarapan, pilihlah hidangan kaya protein dan serat guna menghindari lonjakan gula darah yang drastis. Namun bila melewatkannya, pastikan nutrisi harian tetap terpenuhi lewat porsi makan berikutnya. (Sarah Maulida Ali)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....