Tanggal 24 Mei Diperingati "Hari Skizofrenia Sedunia", Simak Sejarah dan Pesannya!
- 24 Mei 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 24 Mei diperingati sebagai Hari Skizofrenia Sedunia
- Skizofrenia memengaruhi sekitar 24 juta orang di dunia
- Tema 2026 menyoroti stigma, deteksi dini, dan akses pengobatan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 24 Mei diperingati sebagai Hari Skizofrenia Sedunia atau World Schizophrenia Day. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan mental skizofrenia dan pentingnya deteksi dini.
Gangguan mental tersebut memengaruhi sekitar 24 juta orang di seluruh dunia. Hari Skizofrenia Sedunia juga menjadi momentum melawan stigma terhadap penderita gangguan mental.
Berikut adalah penjelasan mengenai pesan Hari Skizofrenia Sedunia, melansir dari RSUD Banyumas, Kementerian Kesehatan RI, dan National Today.
Apa Itu Skizofrenia?
Skizofrenia merupakan gangguan mental yang ditandai gejala psikotik menetap dan gangguan perilaku. Penderita dapat mengalami halusinasi, delusi, hingga kesulitan membedakan realitas dan imajinasi.
Gangguan ini umumnya muncul ketika seseorang memasuki usia awal dua puluhan. Namun, dalam kasus tertentu, gejala dapat muncul sejak masa kanak-kanak.
Skizofrenia memengaruhi cara berpikir, emosi, hingga kemampuan seseorang menjalani aktivitas sosial sehari-hari. Karena itu, penderita membutuhkan penanganan medis dan dukungan lingkungan secara berkelanjutan.
Tema Hari Skizofrenia Sedunia 2026
Kementerian Kesehatan RI mengangkat tema Hari Skizofrenia Sedunia 2026 tentang pentingnya melawan stigma. Tema tersebut juga menyoroti deteksi dini dan perluasan akses pengobatan.
Tema peringatan tahun ini berbunyi “Bersama Melawan Stigma, Meningkatkan Deteksi Dini, dan Memperluas Akses Pengobatan Skizofrenia”. Tema tersebut mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mental.
Tanda Awal Skizofrenia
Gejala awal skizofrenia sering muncul perlahan dan sulit dikenali sejak awal. Karena itu, keluarga dan lingkungan diminta memperhatikan perubahan perilaku seseorang.
Beberapa tanda awal skizofrenia meliputi:
- Hilang minat dan menarik diri dari lingkungan sosial
- Bersikap curiga atau bereaksi berlebihan terhadap kritik
- Kebersihan diri mulai memburuk
- Wajah tampak datar tanpa ekspresi emosional
- Sulit mengekspresikan perasaan
- Gangguan tidur, sulit konsentrasi, dan mudah lupa
Langkah Penanganan Skizofrenia
Penanganan skizofrenia memerlukan pengobatan dan dukungan sosial secara berkelanjutan. Penderita juga perlu menjaga aktivitas sehari-hari agar kualitas hidup tetap baik.
Beberapa langkah utama penanganan skizofrenia meliputi:
- Minum obat secara teratur
- Istirahat cukup setiap hari
- Tetap aktif melakukan kegiatan
- Rutin berolahraga
- Bersosialisasi dengan lingkungan sekitar
- Pentingnya Melawan Stigma
Menurut World Health Organization, jutaan orang di dunia hidup dengan skizofrenia, banyak di antaranya masih menghadapi stigma sosial. Karena itu, Hari Skizofrenia Sedunia menjadi momentum penting untuk menumbuhkan empati.
Adanya pemahaman bahwa gangguan mental adalah kondisi medis yang dapat ditangani dengan terapi dan dukungan yang tepat.Penderita skizofrenia masih sering mendapatkan stigma negatif di tengah masyarakat. Kondisi tersebut membuat banyak penderita takut mencari bantuan medis.
Hari Skizofrenia Sedunia diciptakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gangguan mental tersebut. Peringatan ini juga bertujuan mempermudah penderita memperoleh akses bantuan dan pengobatan.
Masyarakat diharapkan lebih terbuka membicarakan kesehatan mental tanpa memberikan stigma kepada penderita. Dengan dukungan dan penanganan tepat, penderita skizofrenia tetap dapat menjalani hidup produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....