Wamenkes Pastikan Hantavirus di Indonesia Berbeda dengan Kasus Kapal Pesiar
- 23 Mei 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamenkes Dante Saksono menyebut hantavirus renal disease telah lama ditemukan dan dikenal di Indonesia
- Pemerintah memastikan jenis hantavirus pulmonary disease seperti kasus kapal pesiar belum ditemukan di Indonesia
- Pemerintah terus melakukan mitigasi nasional melalui edukasi, surveilans, dan pemantauan kasus potensial hantavirus
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono mengatakan, hantavirus sudah ditemukan dan dikenal dalam sistem kesehatan Indonesia sejak beberapa waktu lalu. Menurutnya, terdapat dua jenis hantavirus, yakni hantavirus renal disease dan hantavirus pulmonary disease.
Keduanya, kata Wamenkes, memiliki karakteristik berbeda. Dalam kasus hantavirus pada kapal pesiar, menurut Dante, termasuk jenis pulmonary disease yang belum ditemukan di Indonesia.
Ia menyebut jenis hantavirus yang ada di Indonesia merupakan hantavirus renal disease dengan gejala menyerupai leptospirosis. “Yang ada di Indonesia adalah hantavirus renal disease," ucap Wamenkes usai kegiatan kunjungan lapangan tematik dan diskusi media ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Banda Aceh, Jumat, 22 Mei 2026.
"Kalau itu biasanya gejalanya seperti leptospirosis, pasiennya panas, kemudian kuning. Biasanya mengalami gangguan ginjal, dan kita bisa obati itu dengan mudah,” katanya, menjelaskan.
Selain itu, lanjut Wamenkes, pasien hantavirus renal disease biasanya mengalami demam, kulit menguning, serta gangguan pada fungsi ginjal tubuh. Ia mengatakan, kondisi tersebut dapat ditangani dengan mudah melalui penanganan medis sesuai gejala yang dialami pasien.
Pemerintah pun terus melakukan mitigasi nasional melalui edukasi dan penyebaran informasi mengenai gejala hantavirus renal disease. Ia memastikan, penularan hantavirus dari manusia ke manusia hingga sekarang belum terbukti dalam proses infeksi penyakit tersebut.
"Kita melakukan mitigasi nasional, melakukan edukasi, dan menyebarkan berita-berita dan edukasi, tentang gejala-gejala hantavirus yang renal disease tersebut. Tapi kalau yang pulmonary disease, itu memang belum ada,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengatakan, Indonesia menerima informasi dari pemerintah Inggris mengenai seorang WNA yang menjadi kontak erat pasien positif hantavirus di kapal pesiar. Menurutnya, orang tersebut diketahui bekerja di Indonesia dan langsung dilacak oleh pemerintah.
“Tanggal 8 kita identifikasi. Kemudian kita periksa dan kondisinya sekarang baik-baik saja,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.
Pemerintah kemudian membawa WNA tersebut ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Hasil tes sementara menunjukkan yang bersangkutan negatif hantavirus, namun tetap diminta menjalani isolasi sementara guna memantau masa inkubasi penyakit.
“WNA itu sudah diperiksa menyeluruh di RSPI Sulianti Saroso dan hasil sementara menunjukkan negatif hantavirus. Namun, pemerintah tetap meminta yang bersangkutan menjalani isolasi sementara guna memantau masa inkubasi penyakit tersebut,” kata Menkes.
Menkes menyebut pengalaman pandemi Covid-19 membuat kemampuan surveilans Indonesia menghadapi ancaman penyakit menular semakin siap. Menurutnya, kerja sama internasional kini memudahkan pemerintah mendeteksi potensi penyebaran penyakit menular dari luar negeri lebih cepat.
“Pengalaman pandemi Covid-19 membuat kemampuan surveilans dan kerja sama internasional Indonesia kini jauh lebih siap. Pemerintah kini lebih cepat mendeteksi potensi ancaman penyakit menular dari luar negeri sebelum meluas,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....