KKN Poltekes Pontianak, Sasar Prioritas Persoalan Kesehatan

  • 22 Mei 2023 14:24 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Sambas: Poltekkes Kemenkes Pontianak mengadakan pembukaan kuliah kerja nyata (KKN). Pembukaan secara resmi dengan pelepasan balon dan pemasangan baju KKN.

Kegiatan dimulai dengan Germas (gerakan masyarakat hidup sehat) senam bersama 1.000 masyarakat Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas. Kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis kerja sama dengan pihak puskesmas, pembagian doorprize, Jumat (19/5/2023).

Bupati Sambas, Satono yang hadir pada kesempatan itu, menyambut baik agenda KKN ini. Ia berharap kegiatan seperti ini memberikan manfaat yang besar terhadap masyarakat.

Ia juga mengatakan pentingnya olahraga senam karena pasca covid-19. Masyarakat perlu menjaga ketahanan tubuh dengan cara senam, dan menkonsumsi makanan sehat.

“Seperti kita ketahui bersama, pasca dilanda covid perlu ketahanan fisik, jasmani. Salah satu caranya melalui gerakan masyarakat sehat (senam), di samping senam, tentu mengkonsumsi makanan sehat," kata Satono.

Ia juga mengimbau, menghadapi perubahan cuaca yang semakin panas, masyarakat dianjurkan untuk lebih banyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.

“Apalagi di bulan Mei ini ini cuaca ini cukup panas, 30 derajat ke atas, kemarin 34 derajat. Jadi, jangan sampai kita kekurangan cairan, yang kita sebut dehidrasi. Banyak-banyak minum air putih agar tidak kekurangan cairan. Kemudian senam, dan konsumsi makanan sehat, mudah-mudahan upaya kegiatan ini bisa menjaga kesehatan kita untuk terus hidup sehat,” ujarnya.

Direktur Poltekkes, dr. Kelana Kusuma Dharma menerangkan jika program KKN ini berfokus pada daerah binaan yang dinilai menghadapi lima masalah kesehatan prioritas.

“Kemudian (program KKN) ini ada di 16 kecamatan, kemudian ada 37 desa/kelurahan di seluruh Kalbar. KKN ini kita fokuskan di daerah binaan kita, terutama (daerah yang menghadapi) lima masalah kesehatan prioritas, yakni masalah stunting, angka kematian ibu dan balita yang tinggi, TB baru, penyakit tidak menular, kemudian penyakit menular lainnya,” kata Direktur Poltekkes.

Ia juga menambahkan jika KKN ini mengangkat tema "pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat".

“Kita fokuskan ke-5 binaan yang punya 5 kasus yang tinggi ini. Bentuk kegiatan tema KKN tematik ini adalah pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat, untuk mengatasi masalah terkait masalah kesehatan di daerahnya masing-masing. Kemudian ada beberapa kegiatan pengkajian penyuluhan kesehatan kemudian berupa bantuan berupa program-program kesehatan,” kata dr. Kelana.

Ketua panitia KKN, dr. Dedi Damhudi mengungkapkan jika KKN ini menggunakan konsep pentahelix, yakni melibatkan berbagai unsur masyarakat maupun lembaga-lembaga.

Alhamdulillah dengan konsep pentahelix, menggabungkan antara unsur-unsur pemerintah, seperti bupati, camat, kepala dinas, dan kepala puskesmas,” kata dr. Dedi.

Ia juga mengapresiasi aalah satu kepala puskesmas yang terlibat membantu program KKN ini. “Salah satunya Bu Dewi, salah satu kepala puskesmas yang banyak membantu kita. Beliau luar biasa, beliau sangat membantu kita dalam proses KKN ini, menggandeng beberapa LSM, media cetak, dan teramsuk tokoh masyarakat dan agama,” kata Dedi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....