Buktikan Kualitas Medis Indonesia, Siloam Berupaya Cegah Pasien ke Luar Negeri
- 13 Mei 2026 01:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Siloam International Hospitals Tbk (Siloam) membuktikan handalnya medis Indonesia serta menguntungkannya pelayanan BPJS
- Kehandalan pelayanan kesehatan Indonesia membuat pencegahan pasien-pasien yang kerap melakukan pengobatan ke luar negeri
RRI.CO.ID, Tangerang - PT Siloam International Hospitals Tbk (Siloam) membuktikan handalnya medis Indonesia serta keuntungan memberikan pelayanan BPJS. Hal tersebut membuat pencegahan pasien-pasien yang kerap melakukan pengobatan ke luar negeri.
"Ya, itu kampanyenya simpel, daripada naik pesawat terbang ke luar negeri, Siloamkan banyak. Kenapa nggak dapat 'second opinion' dulu saja? Ketemu dokter yang ahli dibidangnya untuk dicek," ujar Presiden Direktur Siloam, David Utama, Selasa 12 Mei 2026.
Sebab, sambung David, terbukti banyak yang sudah datang ke Siloam, sudah konsultasi sama dokter-dokter, akhirnya tidak jadi ke luar negeri. Jadi memang kampanye tersebut sudah sukses.
"Kami telah memberikan pelayanan CONGO UN. Yakni, Cardio, Onco, Neuro, Gastro, Ortho, Uro dan Nephro," ucapnya.
Dia menegaskan pihaknya berusaha untuk memastikan kepercayaan kepada dunia medis Indonesia itu juga meningkat dibandingkan ke luar negeri. "Tapi juga 'check before you fly', itu salah satu bentuk kontribusi kami juga untuk membuat orang Indonesia percaya dengan teknologi dan juga kesehatan serta tenaga medis kita sendiri," ujarnya.
"Sebenarnya memang paling utama orang Indonesia itu kan kadang-kadang nggak percaya dan nggak nyaman di Indonesia. Kita mau buktiin bahwa sebenarnya Indonesia juga bisa diandalkan gitu," sambung dia.
David mengaku Siloam, GKCI dan RSPON berkolaborasi memperluas akses penanganan tumor otak tanpa operasi terbuka. Hal ini untuk memudahkan pasien mendapat penangangan terbaik tanpa harus ke luar negeri.
Ditambahkan Head of Investor Relations Siloam, Elbert Hartanto bila dengan memberikan pelayanan BPJS sangat menguntungkan. "Sebab mayoritas pasien BPJS tidak memperdulikan seperti apa ruangan atau kamarnya, mereka yang terpenting adalah kesembuhan penyakitnya," ucap Embert.
Dia membeberkan sebagai hasil dari inisiatif-inisiatif strategis tersebut, Siloam membukukan total pendapatan
tahun buku 2025 sebesar IDR Rp12,8 triliun (+5,2% YoY), EBITDA sebesar IDR Rp2,8 triliun (+18,3% YoY), dan Laba Bersih sebesar IDR 1,1 triliun (+22,5% YoY). Meskipun tahun ini bersifat transisional dan terdapat tekanan eksternal yang berdampak pada kinerja perseroan.
"Semuanya terpapar saat Siloam menutup RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahun, Red) untuk tahun buku 2025. Dalam rapat tersebut, Siloam juga
dengan bangga mempresentasikan kinerja tahun buku 2025, yang menjadi landasan penting bagi strategi archetype perseroan ke depannya," kata Elbert.
Diketahui, Siloam terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang penuh
kepedulian, berkualitas tinggi dan inovatif di seluruh Indonesia. Komitmen ini tercermin melalui implementasi inisiatif strategis Next Gen Siloam ("NGS").
Hal tersebut sebuah transformasi komprehensif yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas Siloam dan mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Sebagai pelopor dalam menghadirkan layanan kesehatan bertaraf dunia di dalam negeri.
Siloam terus mengurangi kebutuhan masyarakat Indonesia untuk mencari pengobatan ke luar negeri melalui investasi berkelanjutan dalam keunggulan klinis. Prosedur medis canggih serta teknologi dan peralatan kesehatan terkini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....