Pemkot Jakbar Fokus Cegah Gagal Jantung Dini

  • 06 Mei 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Jakarta Barat memprioritaskan upaya promotif dan preventif untuk menekan kasus penyakit jantung di masyarakat.
  • Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna berkomitmen menggencarkan program penyakit tidak menular.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat memprioritaskan upaya promotif dan preventif untuk menekan kasus penyakit jantung di masyarakat. Langkah ini juga difokuskan mencegah gagal jantung akibat hipertensi tidak terkontrol melalui edukasi dan skrining kesehatan.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna berkomitmen menggencarkan program penyakit tidak menular. Salah satunya melalui skrining kesehatan jantung yang dilakukan secara masif di tengah masyarakat.

“Kita punya program penyakit tidak menular, salah satunya terkait skrining kesehatan jantung. Paling utama adalah promotif dan preventif, karena penyakit jantung, terutama hipertensi, sekarang menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat,” kata Sahruna saat diwawancarai awak media di kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan, edukasi pola hidup sehat terus disampaikan kepada warga melalui berbagai kegiatan di tingkat komunitas. Materi edukasi mencakup pola makan sehat, pengendalian konsumsi garam, aktivitas fisik, hingga perubahan gaya hidup untuk mencegah hipertensi sejak dini.



“Kami terus mengedukasi masyarakat agar terhindar dari hipertensi melalui pola makan sehat dan gaya hidup baik. Edukasi kesehatan tersebut rutin disampaikan petugas puskesmas dalam setiap kegiatan masyarakat di berbagai wilayah,” ucapnya.

Meski belum memiliki data rinci, kata Sahruni, jajarannya tetap memberi perhatian serius terhadap kasus gagal jantung. Pencegahan diprioritaskan agar warga sehat terhindar dari risiko, sementara kelompok rentan dapat mengendalikan kondisinya.

“Sedikit pun kasus gagal jantung tetap menjadi perhatian kami dan menjadi prioritas untuk ditanggulangi. Yang belum terkena harus kita cegah, yang sudah memiliki risiko harus kita kendalikan,” ucap Sahruna.

Ia juga mengingatkan gagal jantung umumnya berkembang dari hipertensi menahun yang tidak tertangani dengan baik. Kondisi tekanan darah tinggi yang berlangsung lama, kata dia, dapat membuat fungsi jantung terus melemah hingga berujung pada gagal jantung.

“Gagal jantung umumnya berkembang dari hipertensi menahun yang tidak tertangani dengan baik sejak awal. Jika tekanan darah tinggi berlangsung lama, fungsi jantung akan melemah dan berisiko mengalami gagal jantung,” kata Sahruna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....