Kemenkes Perkuat Strategi TOKEN Tekan Malaria Papua

  • 02 Mei 2026 09:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat strategi Temukan, Obati dan Kendalikan (TOKEN) untuk mempercepat penurunan kasus Malaria nasional
  • Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Prima Yosephine mengatakan, pemerintah menargetkan penemuan kasus malaria baru meningkat signifikan pada tahun 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat strategi Temukan, Obati dan Kendalikan (TOKEN) untuk mempercepat penurunan kasus Malaria nasional. Upaya penanggulangan ditempuh lewat peningkatan penemuan kasus, penguatan komunitas, serta intervensi bagi migran di kawasan hutan dan pedalaman.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Prima Yosephine mengatakan, pemerintah menargetkan penemuan kasus malaria baru meningkat signifikan pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan agar pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan rantai penularan dapat ditekan.

“Kalau tahun lalu kita menemukan sekitar 700 ribu kasus baru. Tahun ini targetnya harus mencapai 800 ribu kasus melalui intensifikasi deteksi dini di puskesmas,” kata Prima Yosephine dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026.

Prima menilai penguatan komunitas penting karena kader lokal lebih dekat menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang sulit dijangkau. Karena itu, Kemenkes mendorong pembentukan tim malaria kampung, aturan lokal, serta pelatihan tokoh penanggulangan malaria di tingkat desa secara luas.

“Untuk daerah dengan akses sulit, pemeriksaan dan pengobatan malaria kami delegasikan kepada kader terlatih. Langkah ini dilakukan agar layanan tetap menjangkau masyarakat,” ujar Prima menjelaskan.

Selain itu, Kemenkes menyiapkan intervensi khusus di kawasan hutan untuk menekan penularan malaria pada kelompok migran rentan. Program itu mencakup pengobatan massal, paket pencegahan malaria, serta skrining rutin bagi warga endemis.

“Sebanyak 20 persen kasus malaria berasal dari kelompok migran, sehingga intervensi khusus kawasan hutan harus diperkuat. Langkahnya meliputi pengobatan massal, paket pencegahan malaria, dan skrining rutin bagi warga di wilayah endemis,” ucap Prima.

Kemenkes mengaku percepatan eliminasi malaria masih terkendala pembiayaan program, rendahnya penemuan kasus, serta hambatan geografis di Papua. Pemerintah memperkuat deteksi dini dan layanan berbasis komunitas guna mengejar target eliminasi malaria nasional 2030.

“Percepatan eliminasi malaria masih menghadapi tantangan pembiayaan, rendahnya penemuan kasus, dan hambatan geografis. Karena itu, kami memperkuat deteksi dini dan layanan berbasis komunitas menuju eliminasi malaria 2030,” kata Prima menegaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....