YKPI Terima Mobil Mamografi dari Pertamina, Deteksi Kanker Payudara Diperluas
- 22 Apr 2026 10:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menerima bantuan satu unit mobil mamografi dari PT Pertamina (Persero), Selasa, 21 April 2026. Bantuan ini menjadi langkah nyata untuk memperluas akses layanan deteksi dini kanker payudara, terutama melalui layanan kesehatan keliling.
Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurut dia, kehadiran unit baru ini menjadi momentum penting bagi peningkatan layanan kesehatan perempuan di Indonesia.
"Tepat di hari lahir Raden Ajeng Kartini, kami menerima berkah berupa satu unit mobil mamografi digital yang dirancang semakin lengkap dan canggih," ujarnya. "Mobil ini memungkinkan perempuan pengguna kursi roda untuk mendapatkan pemeriksaan mamografi dengan nyaman."
Menurut Linda, momentum Hari Kartini memperkuat makna dari program ini sebagai bentuk keberpihakan terhadap hak perempuan. Terutama dalam mendapatkan layanan kesehatan yang setara dan mudah diakses.
“Ini mentransformasi semangat kesetaraan menjadi aksi nyata keberpihakan terhadap hak setiap perempuan," katanya. "Mereka bisa dapat deteksi dini yang mudah dan terjangkau melalui layanan medis keliling."
Unit mobil mamografi tersebut akan dimanfaatkan untuk menjangkau perempuan di berbagai wilayah sesuai rekomendasi dinas kesehatan setempat. Program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Rumah Sakit Kanker Dharmais, BAPETEN, serta Dinas Kesehatan di berbagai daerah.
Secara historis, layanan mobil mamografi YKPI telah berjalan sejak 2005, saat organisasi masih bernama Yayasan Kanker Payudara Jakarta. Program ini menjadi pelopor layanan pemeriksaan payudara keliling di Indonesia dan telah menjangkau ribuan perempuan, dengan ratusan kasus kanker berhasil terdeteksi sejak tahap awal.
Namun, operasional sempat terhenti menjelang akhir 2025 akibat penurunan fungsi teknis pada unit lama. Kehadiran unit baru pada 2026 ini menjadi titik kebangkitan layanan tersebut.
Dokter spesialis kanker, Hardina Sabrida, mengatakan mamografi merupakan metode pemeriksaan menggunakan sinar X-Ray yang penting dilakukan secara rutin. "Dianjurkan dilakukan setiap tahun untuk usia 50 tahun ke atas, dan setiap dua tahun sekali untuk usia 40 tahun ke atas,” ujarnya.
Menurut Hardina, kanker payudara kerap kali tidak menunjukkan gejala khas.. “Tidak semua benjolan adalah kanker payudara, tetapi ada juga penderita kanker yang tidak merasakan adanya benjolan," ujarnya.
Karena itu, deteksi dini menjadi upaya yang erbaik. "Kami menyarankan untuk lebih peduli dan rutin melakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Sementara itu, YKPI mengimbau perempuan Indonesia untuk rutin melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulan serta SADANIS di fasilitas kesehatan. “Kanker payudara memiliki peluang besar untuk disembuhkan apabila ditemukan dalam stadium awal,” kata Linda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....