Kementerian ATR/BPN Lakukan Vaksinasi Kanker Serviks
- 03 Apr 2026 22:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kanker serviks merupakan salah satu penyakit mematikan yang mengancam perempuan. Untuk meningkatkan kesadaran sekaligus memberikan perlindungan bagi jajarannya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar program vaksinasi kanker serviks sejak awal 2026. Program ini disambut antusias oleh para pegawai, khususnya perempuan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
“Kebanyakan dari kita di ATR/BPN berada di usia produktif. Di luar, vaksin ini cukup mahal, jadi kami sangat terbantu dengan program ini. Saya juga puas dengan pelayanannya, mulai dari screening awal, penyuntikan, edukasi efek samping oleh dokter, hingga screening akhir,” ujar Inayati Iryana (45), salah satu peserta vaksinasi, Kamis, 2 April 2026, di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Program yang diinisiasi Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kementerian ATR/BPN ini dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dimulai pada 30 Januari 2026, disusul tahap kedua yang berlangsung hari ini, sementara tahap ketiga dijadwalkan pada 3 Juli 2026. Para peserta cukup membayar biaya sebesar Rp870 ribu untuk keseluruhan rangkaian vaksinasi.
Sebagai ASN, Inayati memahami pentingnya pencegahan kanker serviks bagi perempuan. Ia berharap program ini dapat menjaga produktivitas pegawai perempuan di Kementerian ATR/BPN.
“Vaksinasi kanker serviks melindungi perempuan dari salah satu kanker paling mematikan di Indonesia. Perempuan harus sadar, apalagi yang berada di usia produktif dan sudah menikah,” ia menambahkan.
Hal serupa disampaikan Febi Nur Anggriany (46 tahun), salah satu dari 161 ASN perempuan penerima vaksin tahun ini. Setelah mengikuti dua tahap, ia semakin terdorong untuk mengajak perempuan lain meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan kanker.
“Saya akan mendorong putri-putri saya untuk ikut vaksinasi ini sebagai upaya menjaga kesehatan mereka dari kanker serviks,” ujarnya.
Manfaat program vaksinasi ini turut ditegaskan oleh dr. Irnawati, observator efek samping bagi peserta vaksin. “Program yang dijalankan Kementerian ATR/BPN ini sangat baik dan harus dimanfaatkan dengan optimal, terutama karena biayanya terjangkau. Vaksin Human Papillomavirus (HPV) merupakan langkah penting mencegah kanker serviks—satu-satunya kanker yang bisa dicegah saat ini,” ujarnya. (CK/KR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....