Kasus Campak Turun, Kemenkes Catat 10 Kematian Sepanjang 2026
- 11 Apr 2026 11:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kesehatan mencatat 10 kasus kematian akibat campak di Indonesia sepanjang 2026
- Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, mengatakan imunisasi campak selama ini menjadi bagian dari program imunisasi rutin bagi anak-anak
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan mencatat 10 kasus kematian akibat campak di Indonesia sepanjang 2026, mayoritas terjadi pada anak-anak. Hal tersebut juga termasuk kasus kematian juga dilaporkan terjadi pada orang dewasa berusia 25 tahun.
“Umumnya kematian terjadi pada balita. Tetapi ada juga pada anak usia 14 tahun dan satu kasus pada orang dewasa,” kata Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.
Meski terdapat kasus kematian, Andi menyebut tren kasus campak secara nasional menunjukkan penurunan sejak awal tahun. Penurunan kasus campak juga tercatat di sejumlah provinsi dengan laporan tinggi sebelumnya, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan.
“Jika kita lihat pada minggu pertama jumlah kasus mencapai 2.220, kemudian pada minggu ke-13 tinggal 195 kasus. Terlihat ada penurunan dari minggu ke minggu,” ujarnya.
Selain itu, Andi menyebut Jakarta dan Jawa Barat yang sempat mencatat kasus tinggi pada awal tahun juga mulai menunjukkan penurunan pada minggu ke-13. Menurut Andi, tren penurunan tersebut tidak lepas dari peningkatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di berbagai daerah.
“Kasus di Jakarta dan Jawa Barat yang sempat tinggi pada awal tahun kini mulai menurun pada minggu ke-13. Penurunan ini sejalan dengan peningkatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization atau ORI di berbagai daerah,” kata Andi.
Sementara, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, mengatakan imunisasi campak selama ini menjadi bagian dari program imunisasi rutin bagi anak-anak. Program imunisasi nasional memberikan vaksin campak tiga kali, yakni usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster kelas 1 SD.
“Kami mengapresiasi BPOM yang memberikan izin perluasan indikasi vaksin campak Bio Farma bagi orang dewasa. Langkah ini memungkinkan vaksinasi diberikan kepada tenaga kesehatan untuk memperkuat perlindungan dari penularan campak,” kata Lucia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....