Cegah Diabetes pada Anak, DPR Dorong Pengurangan Kadar Gula pada Minuman Kemasan

  • 09 Apr 2026 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi VII DPR mendorong agar industri minuman kemasan mengurangi kadar gula pada produk minuman kemasan yang mereka produksi.
  • Upaya pengurangan kadar gula diharapkan bisa mengurangi angka prevalensi diabetes pada anak yang tinggi di Indonesia.
  • Prevalensi diabetes pada anak naik signifikan hingga 70 kali lipat dari kurun waktu 2020-2023.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Produsen minuman kemasan di Indonesia diminta mengurangi kadar gula pada produk minuman kemasan yang mereka produksi. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim saat berkunjung ke PT Tirta Alam Segar, Bekasi.

Menurutnya, pengurangan kadar gula pada minuman kemasan sebagai salah satu upaya mencegah kasus diabetes pada anak. Sebab saat ini prevalensi diabetes pada anak menunjukan kenaikan signifikan hingga 70 kali lipat dalam kurun waktu 2010 hingga 2023.

Ia berharap pengurangan kadar gula pada minuman kemasan bisa menekan prevalensi diabetes pada anak. Meskipun ia menekankan, belum tentu minuman kemasan berkorelasi pada prevalensi diabetes pada anak.

"Mungkin saja produksi-produksi industri ini yang mungkin sudah lolos BPOM kadar gulanya dikurangi ini yang kita himbau. Siapa tahu bisa menurunkan prevalensi diabetes," katanya, kepada wartawan, Kamis, 9 April 2026.

Ia menegaskan penurunan prevalensi diabetes sangatlah penting. Sebab diabetes bisa berdampak luas terhadap penyakit lain.

"Karena diabetes ini ngefeknya kemana-mana. Misal dia kena diabetes, kemungkinan ginjal, kemungkinan stroke dan ini efeknya kemana-mana," ujarnya.

Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, Andi Rizaldi menekankan pentingnya informasi kadar gula pada produk minuman. Setiap produk minuman ke depan harus dikategorikan berdasarkan tingkat kadar gula yang dikandung.

Dengan pengkategorian tersebut, ia berharap masyarakat menjadi mengetahui berapa kadar gula pada minuman yang mereka konsumsi. Sehingga masyarakat mengetahui resiko atau dampak apa yang akan dialami jika mengkonsumsi minuman dengan kadar gula tertentu.

"Tugas pemerintah dan produsen memberikan rambu. Pilihannya kembali lagi ke masyarakat, tapi kita tetap harus mengedukasi," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....