Komisi VII DPR Minta Industri Air Kemasan Perhatikan Dampak Lingkungan

  • 09 Apr 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Industri AMDK di Indonesia diminta memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas usaha mereka.
  • Komisi VII DPR RI menekankan agar industri AMDK memperhatikan penggunaan air bersih dan juga penanganan sampah plastik dari produksi AMDK.
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) diminta memperhatikan dampak lingkungan akibat aktivitas usaha yang mereka lakukan. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR, Chusnunia Chalim saat berkunjung ke PT Tirta Alam Segar, Bekasi.

Menurutnya, ada dua dampak lingkungan yang harus diperhatikan pelaku industri AMDK. Yaitu ketersedian air sebagai sumber bahan baku dan produksi sampah plastik yang diakibatkan dari kemasan plastik sekali pakai yang mereka gunakan.

Khusus untuk ketersediaan air, ia meminta agar industri AMDK ikut menjaga ketersediaan air. Salah satunya dengan berperan dalam membangun embung atau tempat tampungan air.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR, Chusnunia Chalim. (Foto: RRI/Leny Kurniawati)

Sejauh ini, dari data yang ia kutip, kontribusi industri AMDK terhadap pembangunan embung kurang dari 10 persen. Menurutnya angka tersebut masih sangat minim dan harus diperbanyak.

"Kontribusi industri air minum terhadap pembangunan embung di Indonesia sangat minim. Padahal keberadaan embung ini vital selain untuk menjaga air konsumsi bertahan lebih lama termasuk untuk fungsi ketahanan pangan," katanya, dalam sambutannya, Kamis, 9 April 2026.

Ia juga menyinggung soal produksi sampah plastik akibat penggunaan kemasan plastik sekali pakai produk AMDK. Yang menurutnya harus ditangani secara serius karena bisa berdampak pada penumpukan sampah yang membahayakan lingkungan.

Dalam hal penangan sampah plastik, pihaknya menyinggung PT Tirta Alam Segar yang baru memiliki 24 titik daur ulang sampah. Yang itu kata dia, tidak sebanding dengan jumlah produksi produk mereka yang satu bulanya bisa mencapai 50 juta buah.

Oleh karena itu, perusahaan AMDK perlu melakukan orkestrasi penanganan sampah plastik. Salah satunya dengan mendorong ekonomi sirkular melalui aktivitas daur ulang sampah.

Untuk melakukan itu, ia mendorong agar perusahaan-perusahaan AMDK menggandeng bank sampah di masyarakat. Untuk ikut berkontribusi dalam penanganan sampah plastik.

"Saya menyebutnya orkestrasi penganan sampah plastik, jadi tidak bisa hanya sedikit karena yang diproduksi itu massal. Jadi harus diorkestrasi, harus banyak titik penanganan sampah plastik," ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Direktur PT Tirta Alam Segar, Ricky Tjahjono. (Foto: RRI/Leny Kurniawati)

Sementara itu, Direktur PT Tirta Alam Segar, Ricky Tjahjono, mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen memproduksi air yang baik dengan harga layak. Sehingga menghasilkan air yang layak dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

"Kita berharap dengan memproduksi air yang baik dengan harga yang layak ini bisa dinikmati oleh masyarakat. Ini adalah salah satu cari kami agar masyarakat bisa menikmati air bersih.

Head of Corporate Communication & CSR PT Tirta Alam Segar, Sheila Kansil. (Foto: RRI/Leny Kurniawati)

Head of Corporate Communication & CSR PT Tirta Alam Segar, Sheila Kansil, mengatakan, pihak perusahaan sudah mengambil bagian memberikan edukasi masyarakat. Yakni dalam hal pengelolaan sampah secara bertanggungjawab.

"Kami juga melakukan pembinaan bank sampah termasuk bekerjasama dengan pihak ketiga untuk produk daur ulang sampah. Dan juga melakukan aksi bersih lingkungan mulai dari pembersihan sampah di lingkungan, pantai dan sungai selama bertahun-tahun," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....