Legislator Ingatkan Pemerintah Antisipasi COVID-19 Cicada

  • 08 Apr 2026 17:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi mengingatkan Pemerintah untuk mengambil langkah-langkah efektif terhadap munculnya varian baru COVID-19 Cicada. Meski begitu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik.

“Kemunculan varian baru COVID-19 BA.3.2 atau yang dikenal sebagai ‘Cicada’ tidak boleh disikapi dengan kepanikan. Namun, kata ia, harus menjadi pengingat bahwa sistem kesehatan nasional harus tetap siaga dan adaptif meskipun kita telah memasuki fase pascapandemi,” kata Nurhadi, Rabu, 8 April 2026.

Sebagai informasi, varian COVID-19 Cicada saat ini berada dalam kategori variant under monitoring secara global dan diketahui memiliki jumlah mutasi tinggi pada protein spike. Varian ini ditemukan sedikitnya di 25 negara dan banyak menyerang kelompok anak.

Sejumlah laporan internasional menyebut COVID-19 Cicada berpotensi meningkatkan kemampuan reinfeksi meskipun hingga kini belum ada bukti kuat. Usia anak dinilai lebih rentan lantaran belum pernah divaksinasi COVID-19 sehingga tidak memiliki imunitas atau kekebalan melawan virus.

Meski begitu, Kementerian Kesehatan mengatakan hingga kini Indonesia belum mencatat adanya kasus varian COVID-19 Cicada. “Fakta bahwa varian ini belum terdeteksi di Indonesia memang memberi ruang tenang," katanya.

Karena itu, Nurhadi menyatakan yang menjadi perhatian Komisi IX DPR adalah bukan semata apakah varian ini sudah masuk ke Indonesia atau belum. “Melainkan apakah kapasitas deteksi dini kita cukup kuat untuk membaca perubahan sejak awal,” ucapnya.

Nurhadi mengingatkan pengalaman pada pandemi lalu yang mengajarkan bahwa jeda antara deteksi global dan masuknya varian ke suatu negara sering kali sangat singkat. Sementara respons kebijakan kerap tertinggal. “Kami mendorong Pemerintah untuk memperkuat genomic surveillance secara merata, tidak hanya terpusat di kota-kota besar,” ujar Nurhadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....