Riset Temukan Dampak Mikrogravitasi terhadap Kesehatan Hati Astronaut
- 27 Mar 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kondisi mikrogravitasi di luar angkasa dapat memicu penumpukan lemak pada sel hati.
- Protein SREBPs berpotensi menjadi target terapi untuk menjaga kesehatan hati astronaut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Para ilmuwan Tiongkok menemukan petunjuk baru mengenai bagaimana mikrogravitasi di luar angkasa memengaruhi kesehatan hati. Mereka melalukan eksperimen di stasiun luar angkasa Tiangong.
Mengutip Universe Today, penelitian ini bertujuan memahami bagaimana sel hati merespons perubahan gravitasi di ruang angkasa. Sejumlah penelitian di ISS menunjukkan adanya kaitan antara mikrogravitasi dan penumpukan lemak pada jaringan hati.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko metabolic dysfunction–associated steatotic liver disease (MASLD). Terutama bagi astronaut yang menjalani misi luar angkasa dalam waktu lama.
Untuk mempelajarinya, Profesor Mian Long dari Institute of Mechanics, Chinese Academy of Sciences, membiakkan dua sampel sel hati. Satu sampel dikirim ke stasiun luar angkasa Tiangong, sementara sampel lainnya tetap diteliti di Bumi sebagai pembanding.
Hasil penelitian menunjukkan, kondisi mikrogravitasi dapat memicu produksi asam lemak dan kolesterol. Produksi tersebut melalui aktivasi protein yang dikenal sebagai sterol regulatory element-binding proteins (SREBPs).
SREBPs berperan sebagai pengatur sensitif terhadap gravitasi yang memicu penumpukan lemak pada sel hati. Protein tersebut berpotensi menjadi target terapi untuk menjaga kesehatan hati astronaut selama misi luar angkasa jangka panjang.
Diketahui, hati merupakan organ vital yang berperan mengatur metabolisme hingga memproduksi protein penting untuk proses pembekuan darah. Namun, organ ini juga sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, termasuk kondisi gravitasi yang berbeda dari di Bumi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....