NASA: Luas Es Laut Arktik Kembali Dekati Rekor Terendah sejak 1979

  • 27 Mar 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Luas es laut Arktik musim dingin hampir menyamai rekor terendah sejak pemantauan satelit pada 1979.
  • Ketebalan es juga menurun, terutama di Laut Barents menurut pengamatan satelit NASA.
  • Kondisi ini melanjutkan tren penurunan es laut Arktik dalam beberapa dekade terakhir.

RRI.CO.ID, Washington – Luas es laut musim dingin di Arktik kembali mendekati rekor terendah sejak pemantauan satelit pada 1979. Hal ini ditemukan oleh Ilmuwan NASA dan National Snow and Ice Data Center (NSIDC).

Dikutip laman NASA, data menunjukkan luas es mencapai sekitar 14,29 juta kilometer persegi pada 15 Maret lalu. Angka ini sangat dekat dengan puncak pada 2025 yang mencapai 14,31 juta kilometer persegi.

Dengan kata lain, menurut NASA, secara statistik kedua tahun tersebut dianggap setara sebagai rekor terendah. Selain luas wilayah, para peneliti juga mengamati perubahan pada ketebalan es.

Pengamatan satelit ICESat-2 menunjukkan, sebagian besar es di Arktik tahun ini lebih tipis, terutama di Laut Barents. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Laboratorium Ilmu Kriosfer di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, Nathan Kurtz.

Ia menambahkan, Laut Okhotsk juga mengalami tingkat es yang relatif rendah tahun ini. Meskipun, wilayah tersebut secara alami memang memiliki variasi tahunan yang cukup besar.

Kondisi ini sejalan dengan tren penurunan jangka panjang luas es laut Arktik selama beberapa dekade terakhir. Puncak luas es tahun ini tercatat sekitar 1,3 juta kilometer persegi lebih rendah dibandingkan rata-rata periode 1981-2010.

Luas es laut sendiri didefinisikan sebagai total area laut yang memiliki konsentrasi es minimal 15 persen. Biasanya, wilayah es di Samudra Arktik meluas saat musim dingin dan sebagian mencair ketika musim hangat.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pembentukan es baru semakin berkurang. Sehingga jumlah es multi-tahun yang bertahan juga semakin sedikit.

Ilmuwan NSIDC, Walt Meier, mengatakan satu atau dua tahun dengan luas es yang rendah belum tentu memiliki arti besar. Namun, jika dilihat bersama tren penurunan sejak 1979, kondisi ini memperkuat gambaran perubahan es laut Arktik sepanjang musim.

Sementara itu di Antarktika, es laut musim panas mencapai titik terendah tahunan sekitar 2,58 juta kilometer persegi. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan empat tahun terakhir yang mencatat tingkat es sangat rendah.

Meski demikian, angka tersebut tetap jauh di atas rekor terendah Antarktika pada 21 Februari 2023. Luas es saat itu yang hanya mencapai 1,79 juta kilometer persegi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....