Taruna Ikrar: BPOM Komitmen Perkuat dalam Pendampingan dan Pembinaan UMKM
- 10 Mar 2026 15:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen memperkuat pembinaan pelaku usaha mikro kecil menengah. Program ini ditujukan membantu UMKM memenuhi standar keamanan produk pangan, kosmetik, dan obat tradisional.
Taruna Ikrar mengatakan, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Ia menjelaskan, berdasarkan data pemerintah, jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai sekitar 60,5 juta pelaku usaha.
“UMKM berkontribusi sekitar 61,9 persen terhadap ekonomi nasional. Nilai ini menunjukkan peran UMKM sangat besar bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya saat peluncuran 'Buku Saku UMKM Paham Uji: Wujudkan Produk Aman dan
Berkualitas untuk Negeri' di Kantor BPOM RI, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sebagian besar UMKM tersebut bergerak di berbagai sektor produksi. Termasuk pangan olahan, kosmetik, obat tradisional, suplemen kesehatan, hingga obat yang dijual di apotek.
Menurutnya, BPOM mencatat terdapat sekitar 4,2 juta UMKM di sektor yang terkait langsung dengan pengawasan lembaga tersebut. Namun baru sekitar 1,7 juta UMKM yang telah mendapatkan layanan dari BPOM.
“Artinya masih ada lebih dari tiga juta UMKM yang belum tersentuh layanan BPOM. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk membantu mereka,” katanya.
Ia menegaskan BPOM tidak akan menurunkan standar keamanan produk demi mempercepat perizinan. Hal itu karena produk UMKM maupun industri besar sama-sama dikonsumsi masyarakat.
“Standar keamanan tidak boleh diturunkan. Produk UMKM maupun industri besar sama-sama dikonsumsi manusia,” ujarnya.
Karena itu, kata Taruna, BPOM akan memperkuat program pembinaan dan asistensi bagi pelaku usaha. Langkah ini dilakukan bersama kementerian terkait serta pelaku industri menengah dan besar.
“Badan POM bersama kementerian dan industri akan turun langsung melakukan pembinaan. Kami ingin membantu UMKM agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Museum Rekor Dunia Indonesia, Osmar Semesta Susilo mengatakan, BPOM menerima penghargaan rekor MURI. Penghargaan tersebut diberikan atas kegiatan edukasi keamanan dan mutu produk kepada pelaku UMKM dalam jumlah terbanyak.
“Hari ini Museum Rekor Dunia Indonesia memberikan penghargaan rekor edukasi peningkatan pemahaman dan kesadaran pengujian keamanan dan mutu kepada UMKM terbanyak. Rekor tersebut dianugerahkan kepada BPOM,” ujarnya.
Menurut Osmar, kegiatan tersebut dinilai memiliki dampak besar bagi peningkatan kualitas produk UMKM. Edukasi keamanan pangan dan mutu produk dianggap penting untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap keamanan dan mutu produk. Kami berharap upaya ini terus berlanjut dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....