Metode 'Healing' Dinilai Mampu Redakan Gangguan Kecemasan

  • 13 Feb 2026 20:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Inisiator Kaukus Keswa, dr. Rey Wagiu Basrowi, menyampaikan solusi lain untuk meredakan gangguan kecemasan, salah satunya melalui metode healing. Menurutnya, healing bukan sekadar berlibur, tetapi juga mengubah ritme dan pola kebiasaan buruk menjadi lebih sehat dan produktif.

"Jadi healing itu nggak sama-sama harus ke Bali, harus staycation di hotel berbintang. Healing itu sesimpel gini, dan ini paling gampang dilakukan yaitu dengan mengganti ritme yang selama ini teratur, itu diganti, dibikin kacau," katanya kepada RRI, Auditorium Gedung Penunjang SLN, Radio Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia menjelaskan, mengubah ritme atau pola hidup yang biasanya terstruktur dapat membantu pikiran lebih rileks. Dan keluar dari rutinitas yang menimbulkan stres.

Ia mencontohkan, bahwa rutinitas karyawan di Jakarta dalam bekerja berpotensi menimbulkan stress dan anxiety berlebihan. Hal itu dikarenakan waktu bekerja yang dijalani tidak pernah berubah dan cenderung mengalami hal yang sama dari waktu ke waktu.

Ia menyarankan agar pola tersebut bisa diubah dengan cara bekerja di tempat lain, misalnya di kedai kopi. "Harus dicoba dulu salah satu di antaranya, pasti bisa merilekskan pikiran," ucapnya.

Ia menekankan bahwa fleksibilitas dalam rutinitas harian merupakan salah satu cara healing yang mudah dilakukan. Tanpa harus bepergian jauh atau menghabiskan banyak biaya.

Sementara itu, remaja Indonesia semakin banyak menunjukkan kebutuhan mendesak akan penanganan kesehatan mental. Demikian disampaikan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr. Zulvia Oktanida Syarif.

Menurutnya, kini banyak remaja yang datang mencari bantuan profesional karena mengalami berbagai gangguan emosional dan psikologis. Ia mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa tingkat kecemasan, depresi, dan gangguan pengendalian emosi di kalangan usia remaja meningkat.

"Belakangan ini kami melihat semakin banyak remaja yang datang mengakses layanan kesehatan jiwa. Jadi memang banyak kasus-kasus yang sudah datang ke praktik klinis yang mana sekarang ini tingkat kecemasan, depresi, dan disregulasi emosi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....