Demam Piala Dunia Jadi Momen Ajak Anak Aktif Berolahraga
- 19 Jul 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Demam Piala Dunia 2026 dinilai menjadi momen tepat mengajak anak lebih aktif berolahraga dan mengurangi ketergantungan pada gawai.
- Dokter anak menyebut sepak bola bermanfaat bagi kesehatan jantung, tumbuh kembang, serta melatih kerja sama dan sportivitas sejak dini.
- Orang tua diimbau memastikan kondisi kesehatan anak sebelum rutin berolahraga, terutama bila muncul gejala mudah lelah atau sesak napas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Demam Piala Dunia 2026 tak hanya menyedot perhatian orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Momen ini dinilai menjadi kesempatan tepat menumbuhkan kebiasaan berolahraga sejak usia dini.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Rizky Adriansyah, mengatakan antusiasme anak bermain sepak bola selalu muncul setiap Piala Dunia. Menurutnya, minat tersebut perlu diarahkan menjadi aktivitas positif agar anak tidak hanya menghabiskan waktu di depan gawai.
“Ya kalau sudah ada Piala Dunia semuanya memang jadi demam Piala Dunia. Hanya bedanya kalau dulu paparan terhadap gawai tidak sebesar sekarang,” katanya, Minggu, 19 Juli 2026.
Ia menilai paparan telepon pintar dan permainan digital yang tinggi membuat anak semakin jarang melakukan aktivitas fisik di luar rumah. Untuk itu, ia mengatakan momentum piala dunia dapat dimanfaatkan untuk membuat anak lebih banyak bergerak, salah satunya dengan bermain sepak bola.
Sepak bola, menurutnya, menjadi salah satu pilihan olahraga yang baik untuk anak. Selain menyehatkan tubuh, olahraga ini juga melatih kerja sama, disiplin, sportivitas, dan kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya.
Aktivitas fisik secara rutin juga berperan penting menjaga kesehatan jantung sejak dini. Kebiasaan berolahraga dapat membantu menekan risiko penyakit jantung dan berbagai penyakit tidak menular saat anak beranjak dewasa.
“Banyak penyakit jantung di masa depan sebenarnya dapat dicegah sejak anak-anak melalui aktivitas fisik yang cukup dan pola hidup sehat. Karena itu, olahraga perlu diimbangi dengan asupan gizi yang baik,” ujarnya.
Meski demikian, orang tua tetap diminta memperhatikan kondisi kesehatan anak sebelum mengikuti olahraga dengan intensitas tinggi. Anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang, mudah lelah, atau sering sesak napas sebaiknya menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.
Menurut Rizky, sebagian besar anak dengan pertumbuhan dan perkembangan normal dapat bermain sepak bola dengan aman. Pendampingan orang tua tetap diperlukan agar anak terhindar dari cedera dan dapat menikmati olahraga sesuai kemampuan fisiknya.
Melalui momentum Piala Dunia, Rizky berharap semakin banyak anak menjadikan sepak bola sebagai kebiasaan positif. Dengan begitu, mereka tidak hanya menikmati pertandingan di layar, tetapi juga memperoleh manfaat kesehatan dari aktif bergerak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....