Satu Tahun CKG, Pemerintah Fokus Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Kesehatan
- 10 Feb 2026 14:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) genap berusia satu tahun. Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah mencatat capaian signifikan sekaligus menemukan sejumlah persoalan kesehatan menjadi perhatian serius.
Dari hasil evaluasi, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada anak sekolah adalah gangguan gigi. Selain itu, kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi juga mulai terdeteksi pada kalangan anak-anak.
Asnawi menyebut, temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah. Pada tahun kedua pelaksanaan CKG, fokus program tidak lagi sebatas pemeriksaan, tetapi pada tindak lanjut pasca-diagnosis.
“Tahun lalu kita sudah evaluasi programnya. Alhamdulillah 70 juta warga masyarakat ikut, termasuk 25 juta anak sekolah,” kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah, Selasa, 10 Februari 2026.
“Kalau tidak ada tindak lanjut, orang akan berpikir CKG hanya periksa-periksa saja. Padahal yang paling penting adalah follow-up,” ujarnya.
Tahun ini, lanjutnya, pemerintah menargetkan 130 juta peserta CKG, meningkat hampir dua kali lipat dari capaian tahun sebelumnya. Namun, penekanan utama bukan hanya pada jumlah partisipasi, melainkan pada pengendalian faktor risiko penyakit.
Beberapa prioritas tindak lanjut yang digiatkan antara lain pengendalian hipertensi, gula darah, dan berat badan. Ketiga faktor tersebut dinilai menjadi pintu masuk berbagai penyakit katastropik seperti penyakit kardiovaskular dan gangguan pembuluh darah.
Pemerintah juga menyoroti besarnya beban pembiayaan BPJS Kesehatan yang didominasi penyakit jantung dan pembuluh darah. Melalui deteksi dini dan pengendalian faktor risiko lewat CKG, diharapkan angka kasus penyakit berat dapat ditekan.
“Kita dorong masyarakat hadir setiap tahun untuk melakukan pemeriksaan CKG. Kalau hipertensi bisa dikendalikan, gula darah terkontrol, berat badan terjaga, maka penyakit-penyakit ke depan bisa kita kurangi,” ujarnya.
Sementara, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, dengan adanya CKG ini, siswa terutama perempuan bisa memiliki kesadaran penuh untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Hal ini agar terhindar dari indikasi kanker serviks atau penyakit lainnya.
"Ini sebagai program awal tapi tindak lanjutnya di mana pola kesehatan dan pola makan serta pola hidup. Bagaimana tim kesehatan mulai komunikasi pada anak-anak apa saja yang dimakan,” ujar Veronica Tan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....