Mengenal PCOS, Gangguan Hormonal Perempuan Usia Subur

  • 10 Feb 2026 08:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome merupakan gangguan hormonal yang menyebabkan ovarium memproduksi hormon androgen secara berlebihan dan mengganggu proses ovulasi. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab umum gangguan reproduksi pada perempuan usia subur.

Menurut kajian dalam jurnal medis The Lancet, PCOS merupakan gangguan endokrin yang kompleks dan sering dikaitkan dengan ketidakseimbangan hormon serta gangguan metabolik. Hormon androgen yang meningkat dapat memicu gangguan siklus menstruasi dan kesulitan ovulasi.

PCOS umumnya muncul setelah masa pubertas dan sering terdeteksi pada usia dua puluhan hingga tiga puluhan. Penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menyebut risiko PCOS meningkat pada perempuan dengan obesitas atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Penyebab pasti PCOS belum diketahui secara pasti, tetapi resistensi insulin menjadi salah satu faktor utama yang sering ditemukan pada pengidapnya. Studi dalam jurnal Diabetes Care menjelaskan bahwa kadar insulin yang tinggi dapat merangsang produksi androgen berlebih sehingga memperburuk gangguan ovulasi.

Gejala PCOS bervariasi dan kerap diawali dengan menstruasi tidak teratur serta pertumbuhan rambut berlebih atau hirsutisme. Pengidap juga dapat mengalami jerawat, penggelapan kulit di lipatan tubuh, serta kesulitan mengontrol berat badan.

Diagnosis PCOS dilakukan melalui evaluasi riwayat menstruasi, pemeriksaan kadar hormon dalam darah, serta pemeriksaan ultrasonografi ovarium oleh tenaga medis. Pemeriksaan ini membantu memastikan adanya ketidakseimbangan hormon dan tanda-tanda ovarium polikistik.

Penanganan PCOS bersifat individual sesuai kondisi pasien, meliputi perubahan gaya hidup, terapi hormonal, dan pengaturan resistensi insulin. Perubahan gaya hidup seperti diet seimbang, olahraga teratur, manajemen stres, dan tidur cukup terbukti membantu memperbaiki sensitivitas insulin.

Jika tidak ditangani, PCOS berpotensi menimbulkan komplikasi seperti diabetes tipe dua, sindrom metabolik, gangguan kesuburan, hingga peningkatan risiko kanker endometrium. Oleh karena itu, deteksi dini dan konsultasi medis sangat dianjurkan guna meningkatkan kualitas hidup pengidap. (cel)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....