Kemenkes Perkuat Kerja Sama ASEAN Hadapi Lonjakan Dengue

  • 10 Feb 2026 06:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional ASEAN untuk menghadapi lonjakan kasus dengue. Pasalnya, kasus dengue masih mengancam kesehatan masyarakat Asia Tenggara. 

“Infeksi dengue di kawasan ASEAN masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antarnegara ASEAN menjadi penting untuk memperkuat upaya penanggulangan dengue,” kata Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. 

Menurut dia, forum regional tersebut menjadi wadah bagi negara-negara ASEAN untuk berbagi pengalaman, strategi, dan praktik terbaik dalam pengendalian dengue. Sebagai tuan rumah, Kemenkes mendorong forum menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan pada kebijakan regional ASEAN.

“Pengendalian dengue tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu langkah bersama, terintegrasi, dan berkelanjutan agar hasilnya optimal,” ujarnya.

Prima menegaskan penanggulangan dengue harus mencakup pengendalian lingkungan, vektor nyamuk, serta perlindungan menyeluruh bagi masyarakat. Indonesia juga mendorong negara-negara ASEAN memiliki target bersama untuk menekan dampak dengue di kawasan.

“Sehingga target zero death akibat dengue pada 2030 dapat dicapai bersama. Kami berharap solidaritas regional ASEAN semakin kuat guna menghasilkan langkah kolektif terarah menghadapi ancaman dengue lintas negara,” ucap Prima menutup. 

Sementara, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes Asnawi Abdullah mengatakan bahwa penyakit DBD tidak mengenal batas negara. Pasalnya, penyakit tersebut merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena iklim serupa di suatu wilayah.

"Faktor ini membutuhkan respons nasional sekaligus kepemimpinan kolektif, penyelarasan kebijakan, serta kerja sama regional berkelanjutan. Pada 2024 Indonesia mengalami berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, badai, dan fenomena El Nino, yang menyebabkan kasus DBD naik ke angka tertinggi,” kata Asnawi. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....