Pakar Kesehatan Tekankan Pentingnya Hidrasi Rutin Setiap Hari

  • 30 Jan 2026 14:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebutuhan cairan harian penting menjaga metabolisme dan fungsi organ tubuh. Hidrasi juga memengaruhi konsentrasi dan kinerja fisik seseorang.

Dokter spesialis penyakit dalam Dr Cynthia Natalia mengatakan, tubuh yang tidak terhidrasi pada satu jam pertama biasanya masih mampu beradaptasi. Namun, kadar cairan mulai menurun perlahan.

"Produksi air liur berkurang sehingga mulut terasa kering, dan otak mulai mengirim sinyal haus. Pada fase ini, konsentrasi dapat sedikit menurun, terutama bila disertai aktivitas fisik atau berada di ruangan ber-AC," kata Dr Cynthia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.

Menurutnya, kurang minum air putih bukan hanya soal rasa haus. Namun, juga berdampak pada kinerja tubuh secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, efek dehidrasi ringan terasa setelah tiga jam tanpa minum. Gejalanya meliputi sakit kepala, lelah, dan sulit fokus.

Kulit juga bisa terasa kering dan urine menjadi lebih pekat. Kondisi ini menandakan tubuh mulai kekurangan cairan.

“Kebiasaan kurang minum meningkatkan risiko batu ginjal. Selain itu juga gangguan konsentrasi dan kelelahan kronis," katanya, menjelaskan.

Untuk itu, ia menyarankan minum air setiap satu hingga dua jam. Kebiasaan ini mencegah dampak jangka panjang dehidrasi.

Ia juga menekankan pentingnya memilih air minum berkualitas. Jenis air berpengaruh pada kesehatan ginjal dan metabolisme.

Ahli biologi molekuler dari Institute of Molecular Biology & Biotechnology Bahauddin Zakariya University, Pakistan, Bint-E-Zahra melakukan penelitian terkait hal tersebut. Hasilnya, konsumsi air minum dengan perasa akan berdampak pada munculnya penyakit sindrom metabolic.

“Konsumsi air minum murni dapat mengurangi risiko penurunan kemampuan kerja ginjal sebesar 11 persen. Ini jika dibandingkan dengan mengonsumsi minuman berperasa dan mengandung gula,” ujar Bint-E-Zahra dalam penelitiannya yang diterbitkan di National Journal of Health Sciences tahun 2019.

Menjawab kebutuhan tersebut Amidis hadir sebagai air minum murni (demineral yang sudah dimasak) yang berkualitas. Head of Marketing Amidis, Astrid Adelaide Siregar mengatakan, proses produksi Amidis dilakukan dengan metode multifiltrasi dan distilasi sehingga menghasilkan air murni.

“Amidis adalah satu-satunya air murni yang diproses melalui teknologi multifiltrasi dan dimasak dengan pemanasan 110 derajat celcius (distilasi). Uap air yang dihasilkan benar-benar murni untuk dikonsumsi karena tidak ada kontaminan apapun," ujar Astrid.

"Proses inilah yang memastikan Amidis menjadi air minum terbaik untuk menghidrasi tubuh. Proses Multifiltrasi dan distilasi merupakan teknologi keamanan ekstra untuk menjaga ginjal Anda," katanya, menjelaskan.

Commercial Director PT Amidis Tirta Mulia, Susilo Gunadi mengatakan, selain memastikan kualitas, Amidis juga hadir sebagai solusi mengatasi hidrasi bagi keluarga modern. Khususnya yang peduli akan kesehatan namun mendamba kepraktisan.

Amidis juga mempunyai galon sekali pakai dengan ukuran 15 liter yang sudah BPA FREE sehingga aman di konsumsi seluruh keluarga. Galon ini menjadi pilihan ideal untuk masyarakat yang mengutamakaan kebersihan dan kepraktisan tanpa perlu isi ulang.

“Memastikan Keluarga Indonesia mendapatkan air minum dengan kualitas terbaik merupakan visi dan misi dari Amidis. Ini juga untuk kesehatan keluarga,” kata Susilo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....