Waspada Virus Nipah, Penyakit Zoonosis yang Bisa Berujung Fatal
- 27 Jan 2026 18:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Virus Nipah kembali menjadi perhatian global karena berpotensi menular dari hewan ke manusia hingga antar manusia melalui kontak langsung. Virus ini dapat berkembang cepat menjadi radang otak yang berisiko fatal jika tidak segera ditangani.
Virus Nipah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada 1998, ditularkan dari hewan ke manusia akibat perubahan lingkungan. Perubahan iklim, deforestasi, serta interaksi dengan satwa liar memicu lompatan virus hingga menimbulkan gejala serius pada manusia.
Virus Nipah berbeda dengan virus Covid-19 yang menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan sesak napas hingga pneumonia. Virus Nipah justru menyerang sistem saraf dan berasal dari hewan liar.
Dewan Pakar Perdokmil Indonesia, Alexander K Ginting mengatakan, penularan virus bermula dari hewan ke manusia, kemudian berlanjut antar manusia melalui kontak langsung tanpa menjaga kebersihan. “Gejalanya bisa demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan, nyeri otot, kesulitan menelan, hingga peradangan otak,” ucap Alexander saat siaran RRI Pro 3, Senin 27 Januari 2026.
Seiring meningkatnya kewaspadaan global, pemerintah Indonesia turut memantau perkembangan virus Nipah di sejumlah negara. Kemenkes merespons perkembangan situasi global terkait penyakit virus Nipah yang kembali menjadi perhatian.
WHO melaporkan temuan kasus di India. Dengan temuan itu pemerintah menegaskan kewaspadaan nasional terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut.
Kemenkes menegaskan Indonesia masih bebas dari virus Nipah, namun kewaspadaan masyarakat tetap harus dijaga bersama. Masyarakat diminta tidak lengah, mengingat potensi penularan dan dampak penyakit ini tergolong serius bagi kesehatan nasional.
"Hingga saat ini, di Indonesia belum ada. Belum ada kasus virus Nipah yang ditemukan," kata juru bicara Kemenkes RI, Widyawati. (Fatimah Azzahra)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....