Sandwich Generation, Siapa yang Harus Mengalah?

  • 25 Jan 2026 20:47 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena sandwich generation semakin banyak dialami generasi muda, khususnya mereka yang berada di usia produktif. Posisi “terjepit” antara tanggung jawab kepada orang tua dan kebutuhan membangun masa depan sendiri sering memunculkan pertanyaan besar: siapa yang sebenarnya harus mengalah?

Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa dilema ini kerap menimbulkan konflik batin.

“Banyak anak muda merasa harus selalu mengutamakan keluarga, bahkan mengorbankan kebutuhan pribadi, mimpi, dan rencana hidupnya,” ujar Andi, Kamis 22 Januari 2026.

Menurut Andi, sikap mengalah memang sering lahir dari rasa tanggung jawab dan empati. Namun, jika dilakukan terus-menerus tanpa batas, hal itu justru dapat berdampak pada kesehatan mental.

“Rasa lelah, tertekan, hingga perasaan bersalah ketika ingin memprioritaskan diri sendiri sering muncul pada sandwich generation,” katanya.

Andi menegaskan bahwa mengalah bukan satu-satunya solusi. Yang dibutuhkan adalah keseimbangan dan komunikasi terbuka dalam keluarga. Menyampaikan kondisi finansial dan emosional secara jujur dinilai penting agar tanggung jawab tidak dibebankan pada satu pihak saja.

Andi juga menekankan bahwa generasi muda berhak memiliki ruang untuk bertumbuh.

“Membantu orang tua adalah nilai luhur, tetapi tidak seharusnya menghapus hak anak untuk merencanakan masa depannya sendiri,” jelasnya.

Andi mengajak sandwich generation untuk mulai menyusun prioritas, menetapkan batas kemampuan, serta berani berdialog dengan keluarga.

“Mengalah bukan berarti selalu diam. Kadang, keberanian berbicara justru menjadi jalan keluar terbaik,” tutup Andi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....