Psikolog Ungkap Beban Mental Sandwich Generation

  • 19 Apr 2026 14:34 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena sandwich generation menjadi realitas yang dihadapi banyak masyarakat Indonesia, terutama pada usia produktif. Posisi “di tengah” membuat individu harus menanggung tanggung jawab ganda, yakni memenuhi kebutuhan keluarga inti sekaligus orang tua, yang berdampak pada tekanan mental berkepanjangan.

Psikolog, Andi Cahyadi, mengungkapkan bahwa beban utama dari sandwich generation bukan hanya terletak pada aspek finansial, tetapi juga pada tekanan emosional yang terus-menerus.

“Mereka sering merasa harus kuat untuk semua pihak, sehingga cenderung memendam kelelahan dan stres tanpa disadari,” ujarnya pada Jumat 17 April 2026.

Menurut Andi, kondisi ini memicu konflik batin karena individu dihadapkan pada banyak tuntutan dalam waktu bersamaan. Di satu sisi ingin memenuhi kebutuhan orang tua sebagai bentuk tanggung jawab moral, namun di sisi lain juga harus memikirkan masa depan keluarga dan diri sendiri.

“Perasaan bersalah sering muncul ketika tidak bisa memenuhi semua ekspektasi. Ini yang kemudian menjadi beban mental cukup berat,” jelasnya.

Ia menambahkan, tekanan tersebut dapat berkembang menjadi stres kronis apabila tidak dikelola dengan baik. Bahkan, dalam jangka panjang dapat memicu kelelahan emosional atau burnout, terutama jika individu tidak memiliki ruang untuk beristirahat secara mental.

Selain itu, kurangnya dukungan sosial juga memperparah kondisi. Banyak individu dalam posisi sandwich generation merasa harus menghadapi semuanya sendiri tanpa berbagi beban dengan anggota keluarga lain.

“Padahal dukungan dari pasangan, saudara, atau lingkungan sekitar sangat penting untuk menjaga keseimbangan emosi,” tambah Andi.

Untuk mengurangi beban mental, Andi menyarankan agar individu mulai membangun komunikasi yang terbuka dalam keluarga, menetapkan batasan (boundaries), serta menyadari kapasitas diri. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental melalui istirahat yang cukup dan aktivitas yang menyenangkan.

“Tidak semua harus dipikul sendiri. Mengelola ekspektasi dan berbagi peran adalah kunci agar tetap sehat secara mental,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....