Kemenkes Paparkan Data Kelompok Rentan Bencana Sumatra
- 06 Des 2025 09:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memaparkan data kelompok rentan yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra. Di mana, Provinsi Aceh menjadi provinsi yang paling parah akibat banyaknya akses jalan yang terputus.
“Banyak akses jalan terputus sehingga rumah sakit dan puskesmas tidak bisa diakses. Sejumlah fasilitas kesehatan rusak, terendam, bahkan tidak dapat beroperasi,” kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin dalam keterangannya, Sabtu (6/12/2025).
Ia menjelaskan, jembatan ambruk dan keterbatasan pasokan listrik serta bahan bakar minyak (BBM) semakin memperburuk pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Agus mengungkapkan, data kelompok rentan di Aceh menunjukkan angka yang sangat besar dan membutuhkan penanganan prioritas.
“Untuk di Aceh, bayi ada 104.623 orang, balita 101.008 orang, ibu hamil 394.250 orang serta ibu menyusui 2.380 orang. Kemudian, ada lansia 459.428 orang, penyandang disabilitas 17.077 orang, serta pasien yang membutuhkan hemodialisa sebanyak 545 orang,” ucapnya.
Menurut Agus, data tersebut mencakup seluruh wilayah di Provinsi Aceh. Ia menilai banyak dari kelompok rentan tersebut dilaporkan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan karena fasilitas yang rusak atau tidak dapat dijangkau.
“Situasi ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi ibu hamil yang memerlukan pemeriksaan rutin, bayi dan balita yang rentan terhadap penyakit infeksi di pengungsian. Lalu untuk kelompok lansia juga sangat membutuhkan obat harian, serta penyandang disabilitas yang memerlukan pendampingan khusus,” ucap Agus.
Saat ini, Kementerian Kesehatan memprioritaskan pemulihan layanan kesehatan dasar hingga penyediaan obat-obatan di kabupaten/kota yang terdampak paling parah. Pendataan kelompok rentan terus dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Sementara, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi warga Sumatera terdampak bencana. Ia berfokus untuk mendistribusikan obat-obatan, logistik, alat kesehatan serta memberikan dukungan bagi RS swasta yang tidak terdampak.
“Total faskes yang terdampak itu 31 rumah sakit, 156 puskesmas dengan rincian Aceh 13 rumah sakit, puskesmasnya 122. Lalu Sumatera Utara 18 rumah sakit dan 22 puskesmas, dan Sumatera Barat 9 puskesmas," kata Wamenkes Benjamin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....