Plus Minus Mengonsumsi Gula Rafinasi bagi Tubuh Manusia
- 17 Nov 2025 10:23 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Gula rafinasi seringkali hadir di kehidupan kita sehari-hari, entah itu di ruang dapur atau di minimarket terdekat. Namun, tahukah anda kalau gula ini bersembunyi di makanan dan minuman yang kita konsumsi?
Bagi yang belum tau, definisi gula rafinasi adalah gula yang diekstraksi dari tanaman tebu. Gula rafinasi hampir hanya mengandung glukosa yang dipakai untuk meracik berbagai hidangan.
Ada banyak jenis dari gula rafinasi, di antaranya gula pasir, gula merah, gula caster, icing sugar, dan molase. Namun, gula rafinasi yang sering hadir dan digunakan oleh sebagian besar orang ialah gula pasir dan gula merah.
Tentunya, gula rafinasi berguna untuk menghidangkan makanan seperti selai untuk roti tawar dan kecap manis untuk bahan masakan. Tetapi, penggunaannya perlu ditakar agar tidak melebihi batas konsumsi per harinya.
Dilansir dari Kemenkes, batas konsumsi gula secara umum adalah lima puluh gram atau empat sendok makan per hari. Dan efeknya sangat membahayakan apabila rutin melebihi batas konsumsi dalam jangka panjang, seperti resiko obesitas, dan penyakit jantung.
Bahkan selain penyakit-penyakit fisik, gula rafinasi juga dapat mengganggu psikologis seseorang. Menurut jurnal NeuroImage, sukrosa yang terdapat pada gula rafinasi menimbulkan kecanduan dengan pola yang sama seperti kecanduan narkoba.
Gula rafinasi memang memberi rasa manis pada setiap hidangan, tetapi konsumsinya perlu dikontrol dengan bijak. Terlalu banyak gula dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan fisik maupun mental.
Menjaga pola makan seimbang adalah langkah terbaik untuk menghindari dampak buruk gula berlebih. Dengan kesadaran dan pengendalian diri, kita dapat menikmati manisnya hidup tanpa harus mengorbankan kesehatan. (Feb)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....