Mengenal Vaksin HPV, Manfaat, dan Efek Samping

  • 03 Okt 2025 15:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perempuan dengan mengalami risiko terinfeksi virus HPV (Human Papillomavirus). Virus ini menjadi penyebab utama kanker leher rahim atau serviks.

Namun, kanker leher rahim kini dapat dicegah melalui vaksin Human Papillomavirus (HPV). Vaksin ini telah menjadi bagian dari program imunisasi nasional dari pemerintah sejak 2023.

Vaksin HPV bertujuan untuk mengurangi risiko terinfeksi kanker leher rahim atau serviks. Jenis kanker ini merupakan yang tertinggi kedua setelah kanker payudara pada perempuan.

Namun demikian, pemberian vaksin harus disertai dengan edukasi perilaku serta informasi yang komprehensif. Hal ini penting untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan dan penanganan kanker leher rahim.

Berikut penjelasan singkat mengenai vaksin HPV, merangkum dari laman resmi ayosehat.kemenkes.go.id:

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencanangkan implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023–2030. Targetnya adalah menurunkan angka kanker leher rahim menjadi 4 per 100.000 penduduk per tahun pada tahun 2030.

Dalam hal ini, skrining dinilai menjadi komponen penting dalam pencegahan kanker leher rahim. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi penyakit lebih awal serta memberikan penanganan yang tepat.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian vaksin HPV sejak usia 9 tahun. Dosis vaksin sendiri akan disesuaikan sesuai kelompok usia.

Bagi anak usia 9–14 tahun, vaksin diberikan satu atau dua dosis dengan jarak 6–12 bulan. Bagi remaja usia 15–20 tahun, dosis yang sama diberikan dalam rentang 6 bulan.

Bagi perempuan dewasa berusia di atas 21 tahun disarankan mendapat dua dosis dengan jarak 6 bulan. Sementara itu, vaksinasi HPV tidak direkomendasikan untuk perempuan berusia di atas 26 tahun.

Meski demikian, sebagian perempuan usia 27–45 tahun tetap dapat divaksin sesuai pertimbangan dokter. Namun, manfaatnya lebih rendah karena pada rentang usia ini biasanya sudah terjadi paparan HPV.

Vaksin HPV tidak dianjurkan untuk orang dengan riwayat alergi berat terhadap vaksin atau kandungannya. Begitu pula penderita alergi ragi (Gardasil dan Gardasil 9), sedang hamil, atau sedang sakit serius.

Program vaksinasi ini ditargetkan menurunkan kasus kutil kelamin dalam jangka pendek dan mencegah kanker serviks dalam jangka panjang. Namun demikian, sama halnya seperti vaksin lainnya, vaksin HPV juga memiliki efek samping.

Efek samping vaksin HPV umumnya ringan, seperti demam, nyeri di lokasi suntikan, atau sakit kepala. Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila muncul reaksi serius setelah vaksinasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....