BKKBN Banten: Satu dari Lima Balita Masih Stunting
- 17 Sep 2025 08:23 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Masalah tengkes atau stunting masih menjadi pekerjaan rumah besar di Provinsi Banten. Berdasarkan data terbaru, 1 dari 5 balita di Banten masih mengalami stunting.
“Kalau dihitung, artinya sekitar 20 persen balita di Banten masih stunting. Ini tentu angka yang cukup besar, padahal pemerintah sudah menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 14 persen pada tahun 2029,” ujar Penyuluh KB Muda BKKBN Banten, Ade Yusmuliani Lubis, saat dialog bersama RRI, Selasa (16/9/2025).
Baca juga: Pemerintah Tekankan Pencegahan Stunting Dimulai Dari Catin
Ia menambahkan, tengkes tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga pada kecerdasan dan kesehatan jangka panjang. Anak yang mengalami tengkes berisiko memiliki otak yang mengecil sehingga kemampuan berpikir dan daya saingnya menurun.
Menurut Ade, salah satu penyebab tingginya angka tengkes di Banten adalah kurangnya kesadaran calon pengantin dalam mempersiapkan kesehatan sebelum menikah dan hamil. “Banyak yang lebih fokus pada pesta pernikahan, padahal yang lebih penting adalah kesiapan tubuh. Calon pengantin minimal tiga bulan sebelum menikah harus sudah cek kesehatan,” ucapnya.
Baca juga: Program GENTING Diandalkan Turunkan Stunting di Banten
Selain itu, faktor gizi buruk, anemia pada remaja putri, serta pernikahan dini juga turut memperparah risiko tengkes. BKKBN pun terus menggencarkan edukasi tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa emas tumbuh kembang anak yang tidak boleh diabaikan.
Ade menegaskan, upaya menurunkan tengkes bukan hanya tugas ibu, melainkan juga ayah, keluarga, dan lingkungan. “Peran ayah sama pentingnya, karena mendidik dan menyiapkan generasi sehat itu tanggung jawab bersama,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....