Manfaatkan CSR Perusahaan, PKK Batang Tangani Anak Stunting

  • 28 Jul 2025 16:55 WIB
  •  Semarang

KBRN, Batang: Tim Penggerak PKK bersama Pemkab Batang menggandeng sejumlah perusahaan berkontribusi menurunkan angka stunting melalui Corporate Social Responsibility (CSR), atau tanggung jawab sosial perusahaan. Bantuan disalurkan kepada 281 anak terindikasi stunting berupa makanan bergizi selama enam bulan dengan besaran dana Rp500 juta.

Ketua Tim Penggerak PKK Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan aksi nyata dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program tersebut diinisiasi oleh TP PKK didukung Baznas, Bank Jateng, PDAM dan sejumlah perusahaan.

"Kami menginisiasi program tersebut untuk memberikan asupan gizi bagi anak terindikasi stunting," terangnya usai menyerahkan bantuan, di Batang Teras Pandawa, Senin (28/7/2025). Di sisi lain, Bupati Batang M Faiz Kurniawan berupaya melalui aksi nyata tersebut akan mampu menurunkan stunting di Kabupaten Batang.

"Memang penurunan stunting belum bisa secara langsung, tapi bertahap, karena angka stunting hampir 4 ribu. Tapi program ini bisa memicu penurunan stunting, sisanya bisa dioptimalkan lewat kepedulian orang tua asuh bersumber dari kesadaran masyarakat," tegasnya.

Pemkab melalui instansi terkait akan melakukan pemantauan dengan dilakukan pengukuran sejak awal hingga akhir program. "Nanti akan kelihatan perkembangannya untuk selanjutnya dilakukan evaluasi," bebernya.

Kepala DP3AP2KB Batang Supriyono memastikan pemantauan akan diintensifkan melalui peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dibantu Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD). Besaran bantuan yang diberikan sebesar Rp500 juta yang disalurkan langsung ke orang tua asuh.

"Bantuannya berupa makanan, susu dan telur yang diberikan kepada anak terindikasi stunting selama enam bulan. Nanti pemantauan akan dibantu bidan desa untuk memastikan bantuan tepat sasaran," tegasnya.

Ketua Tim Kerja Pelaporan dan Statistik, BKKBN Jateng, Iwan Dwi Antoro menjadi langkah strategis dalam pencegahan stunting yang bersifat gotong-royong. Diwujudkan dengan kontribusi dari sejumlah lembaga dan perusahaan yang memberikan tanggung jawab sosialnya secara sukarela.

"Ini karena gerakan GENTING ini tidak menggunakan anggaran APBD maupun APBN. Sehingga Pemkab Batang sangat terbantu," terangnya.

Berdasarkan data, di Kabupaten Batang ada 4 ribu keluarga berisiko stunting yang kondisinya prasejahtera karena keterbatasan ekonomi. "Jadi merekalah yang menjadi sasaran kita untuk dibantu," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....