Waspadai Dampak Kesehatan Akibat Konsumsi Daging Kambing Berlebihan

  • 08 Jun 2025 15:21 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Konsumsi daging kambing meningkat signifikan pada momen perayaan Idul Adha. Masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan pola konsumsi daging merah secara bijak agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Dokter spesialis gizi klinis, dr. Tutik Ernawati menjelaskan, konsumsi daging kambing yang berlebihan dapat memicu sejumlah risiko kesehatan.

“Daging kambing termasuk golongan daging merah yang tinggi kolesterol dan natrium," ujar dr. Tutik kepada RRI.co.id Minggu (8/6/2025). "Konsumsi yang berlebihan, apalagi dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko hipertensi dan kadar kolesterol yang tinggi."

Lebih lanjut ia menjelaskan kebutuhan natrium harian seseorang sebetulnya cukup rendah, yaitu sekitar 1.500 miligram. Selain dari garam dapur, daging merah juga sudah mengandung natrium dalam jumlah signifikan.

“Bila daging kambing dimasak dengan bumbu yang banyak mengandung garam, maka akumulasi natrium dalam tubuh akan meningkat," ujarnya, menambahkan. "Ini dapat memicu peningkatan tekanan darah."

Selain risiko jangka panjang, lanjut dr Tutik, konsumsi daging merah yang tidak diimbangi dengan asupan serat yang cukup juga dapat menimbulkan masalah pencernaan.

“Serat daging merah bersifat lebih kasar," kata dr. Tutik. "Jika tidak disertai dengan asupan serat dari sayur dan buah, dapat terjadi gangguan pencernaan seperti konstipasi."

Ia mengingatkan, masyarakat yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan fungsi ginjal, maupun gangguan hati perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging kambing.

“Prinsipnya konsumsi tetap boleh, tetapi harus memperhatikan porsi dan keseimbangannya," katanya, mengakhiri. "Dampak kesehatan bukan hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat berdampak jangka panjang."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....