Waspada Tekanan Darah Tinggi, Ini Langkah Pencegahannya
- 18 Mei 2025 09:39 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar: Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, sering dijuluki sebagai "pembunuh diam-diam" karena gejalanya yang seringkali tidak terasa hingga kondisinya sudah parah. Padahal, deteksi dini dan pengelolaan yang tepat dapat secara signifikan mengurangi risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan.
Kesadaran akan pentingnya waspada dini terhadap tekanan darah tinggi menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup dan mencegah dampak buruk di kemudian hari. Menurut Nemal Anugrahyanti,S.Ked yang merupakan MPPD bagian IKM-IKK-IKP FK UMI, hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis kronis di mana tekanan darah di arteri meningkat secara persisten.
" Kondisi ini terjadi ketika jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk memompa darah melalui pembuluh darah. Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah sistolik (angka atas) mencapai 140 mmHg atau lebih, dan/atau tekanan darah diastolik (angka bawah) mencapai 90 mmHg atau lebih, dan kondisi ini terukur secara konsisten pada beberapa waktu yang berbeda,” jelas Nemal dalam program kiprah Indonesia PRO1 RRI Makassar,sabtu (17/05/2025).
Sayangnya, hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga mendapat julukan "pembunuh diam-diam". Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi hingga kondisinya sudah parah atau timbul komplikasi. Namun, beberapa gejala mungkin muncul ketika tekanan darah sudah sangat tinggi atau terjadi kerusakan pada organ tubuh.
Lebih lanjut Nemal menjelaskan beberapa gejala yang mungkin dialami oleh penderita hipertensi antara lain :
- Sakit kepala hebat, Terutama di bagian belakang kepala.
- Pusing sensasi limbung atau berputar
- Pandangan kabur atau penglihatan menjadi tidak fokus.
- Nyeri dada rasa tidak nyaman atau tertekan di dada.
- Sesak napas dengan gejalan sulit bernapas atau merasa kekurangan udara.
- Mudah lelah,merasa lemas dan tidak bertenaga.
- Jantung berdebar-debar, merasakan detak jantung yang tidak teratur atau lebih cepat dari biasanya.
- Mimisan yang ditandai keluarnya darah dari hidung.
- Mual dan muntah,perasaan tidak nyaman di perut yang dapat disertai dengan keluarnya isi lambung.
- Adanya darah dalam urine,kondisi yang bisa menandakan adanya kerusakan pada ginjal.
Nemal menuturkan Mengenali faktor-faktor risiko tekanan darah tinggi juga merupakan bagian penting dari kewaspadaan dini. Selain faktor genetik dan usia, gaya hidup memiliki peran yang signifikan. Konsumsi garam berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, diet tinggi lemak jenuh dan kolesterol, serta kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Dengan memahami faktor-faktor risiko ini, individu dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk memodifikasinya.
Salah satu langkah awal yang paling sederhana namun krusial adalah melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Bahkan, kini sudah banyak tersedia alat pengukur tekanan darah digital yang mudah digunakan di rumah. Idealnya, orang dewasa di atas usia 18 tahun melakukan pemeriksaan tekanan darah setidaknya sekali dalam setahun, atau lebih sering jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan hipertensi, obesitas, diabetes, atau gaya hidup yang kurang sehat.
Perubahan gaya hidup sehat merupakan pilar utama dalam pencegahan dan pengelolaan tekanan darah tinggi. Menerapkan pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian, serta membatasi asupan garam, lemak jenuh, dan makanan olahan sangat dianjurkan. Olahraga teratur minimal 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang, juga berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Selain itu, menjaga berat badan ideal, mengelola stres dengan baik, dan tidur yang cukup juga berkontribusi positif terhadap kesehatan kardiovaskular.
Dengan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dini terhadap tekanan darah tinggi, diharapkan semakin banyak orang yang dapat terhindar dari komplikasi serius dan menikmati hidup yang lebih sehat dan berkualitas. Langkah sederhana seperti pemeriksaan rutin dan perubahan gaya hidup sehat memiliki dampak yang besar dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah kita di masa depan. Jangan abaikan potensi risiko tekanan darah tinggi, deteksi dini adalah kunci.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....