DBD Surakarta Melandai, Warga Diimbau Tetap Waspada
- 05 Mei 2025 22:15 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD), di Kota Solo justru cenderung landai. Padahal di tengah memasuki musim pancaroba seperti sekarang rawan muncul DBD.
Dinas Kesehatan Kota Surakarta mencatat hingga Minggu lalu sekitar 60 kasus DBD dengan satu angka kematian. Jumlah ini jauh lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 11 kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Retno Erawati, mengatakan meski kasus DBD masih ditemukan, jumlahnya cenderung landai. Satu kasus kematian dilaporkan terjadi pada bulan Maret, namun selebihnya tidak ada korban jiwa.
“Hingga minggu lalu tercatat sekitar 60 kasus dengan satu kematian di bulan Maret. Dibandingkan tahun sebelumnya, di mana kita mencatat 11 kematian, tentu ini lebih landai. Alhamdulillah sampai saat ini hanya satu kasus kematian. Semoga tidak naik,” ujarnya ketika dihubungi rri.co.id by phone Senin (5/5/2025).
Meski begitu, Retno menekankan agar masyarakat tidak terlena dengan data penurunan tersebut. Pihaknya mengingatkan DBD masih menjadi penyakit endemis yang bisa meningkat sewaktu-waktu jika masyarakat abai terhadap kebersihan lingkungan.
Oleh karena itu, pihaknya kembali mengimbau pentingnya penerapan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara konsisten. PSN dengan metode 3M Plus masih menjadi cara yang paling efektif untuk memutus mata rantai penyebaran DBD.
"Yaitu dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah-wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” katanya.
Retno juga menambahkan unsur plus dalam gerakan 3M tidak kalah penting, terutama untuk perlindungan diri.
“Menghindari gigitan nyamuk juga penting, misalnya dengan tidur menggunakan kelambu, mengenakan pakaian lengan panjang saat beraktivitas di luar rumah, atau menggunakan lotion dan alat pengusir nyamuk,” ucap Retno.
Keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga sangat ditentukan oleh peran serta aktif masyarakat. Retno mengajak warga Surakarta untuk menjadikan PSN sebagai rutinitas, bukan hanya saat ada kasus. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....