Norovirus Penyebab Diare, Ancam Kesehatan Masyarakat
- 27 Apr 2025 20:10 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Norovirus, virus penyebab diare dengan prevalensi tinggi, kini menjadi ancaman serius. Meskipun Rotavirus telah mendapat perhatian lebih karena vaksinasi, Norovirus belum memiliki vaksin, membuat penanganannya lebih sulit. Anisa Lailatul Fitria SGz MSc, Dosen Gizi FKM UNAIR, mengungkapkan potensi ancaman Norovirus di Indonesia.
"Norovirus berpeluang menjadi agen diare utama, apalagi setelah vaksinasi Rotavirus efektif mengurangi prevalensinya," jelas Anisa, Minggu (27/4/2025).
Menurutnya, virus ini dapat menyebar dengan cepat, karena merupakan virus RNA. Penelitian menunjukkan anak-anak yang terinfeksi Norovirus, baik bergejala maupun tidak, berisiko mengalami gangguan penyerapan nutrisi. "Peradangan pada usus akibat infeksi dapat menghambat proses tersebut," ucap Anisa.
Dalam kondisi malnutrisi, anak lebih rentan terhadap infeksi Norovirus. Kekurangan nutrisi menurunkan imunitas, mempermudah virus masuk dan berkembang. Hal ini menjadi tantangan besar dalam penanganan kesehatan anak di Indonesia.
Perbedaan gejala diare akibat virus dan bakteri seringkali diabaikan. Anisa menambahkan, diare akibat infeksi virus cenderung cair dan tanpa lendir, sedangkan infeksi bakteri menyebabkan darah atau lendir pada feses.
Infeksi virus dapat menyebabkan dehidrasi parah yang berisiko fatal. "Pencegahan utama adalah menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," ujarnya.
Selain itu, Anisa mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap hewan peliharaan. "Norovirus juga dapat ditularkan melalui feses kucing atau anjing," ungkapnya..
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....