BKKBN Tekankan Pentingnya Pendidikan Seksual bagi Remaja

  • 19 Jan 2023 03:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menekankan pentingnya pendidikan seksual bagi remaja. Menurutnya, rendahnya pendidikan seksual menyebabkan banyaknya remaja hamil di luar nikah.

"Kalau menurut saya, memang pendidikan seksual itu sebetulnya bukan hal yang tabu. Karena orang yang berpengetahuan tentang seks itu mereka cenderung akan tidak banyak terkena risiko penyakit seksual," kata Hasto dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Rabu (18/1/2023) malam.

Ia meyakini dengan mengetahui pendidikan seksual yang baik, maka remaja dapat menghindari penyakit Seksual. "Kita karena hanya bernafsu tetapi tidak tahu, akhirnya tidak dapat mengendalikan, dan ini (pendidikan Seksual) menurut saya perlu dilakukan," ujarnya.

BKKBN sendiri, kata Hasto, mempunyai program GenRe atau Generasi Berencana. "Ini sebagai duta untuk mereka. Kita kasih pelajaran tentang reproduksi dan masalah seks, supaya dia menjadi teman sebaya terhadap remaja-remajanya," terangnya.

Lebih lanjut Hasto menerangkan bahws pendidikan seksual sebetulnya bukan pendidikan cara hubungan seks. Melainkan mengetahui masalah reproduksi tubuh baik laki-laki maupun perempuan.

"Kalau menurut saya ini penting untuk memahami tentang seks. Supaya mereka perilaku seksnya menjadi lebih baik dan tidak mudah melakukan hubungan seks di luar nikah," ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Hasto juga menyebut hubungan seks pada usia dini dan seks bebas berisiko terkena kanker mulut rahim atau serviks. Untuk itu, BKKBN gencar melakukan kampanye untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut pada usia remaja.

"Kanker mulut rahim itu bisa dicegah, termasuk hubungan seks usia dini dan seks bebas. Ini menjadi bagian dari risiko tinggi kanker mulut rahim," jelas Hasto.

Diketahui, pada 2022 kanker serviks menempati urutan kedua terbanyak dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia. Kanker serviks merupakan tumor ganas di leher rahim yang dapat menyebar ke organ-organ lain dan dapat menyebabkan kematian.

Menurut Hasto, untuk mengantisipasi penyakit ini dan untuk kesehatan reproduksi, pihaknya akan bekerjasama dengan Komnas Perempuan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....