Kenali Gejala dan Bahaya Acute Mountain Sicknes (AMS)

  • 04 Mar 2025 23:42 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Mendaki gunung adalah salah satu hobi yang asyik sekaligus menantang dan berbahaya. Salah satu hal berbahaya yang kadang dihadapi pendaki adalah saat mengalami Acute Mountain Sickness (AMS).

Acute Mountain Sickness (AMS) terjadi ketika tubuh kita tak mampu beradaptasi secara cepat terhadap ketinggian. Penyebab utamanya adalah menurunnya kadar oksigen seiring dengan bertambahnya ketinggian suatu tempat.

Orang yang mengalami AMS biasanya merasakan gejala sakit kepala, mual, dan pusing, beberapa jam setelah berada di ketinggian tertentu yang cuup tinggi. Gejala yang lebih parah dapat berupa sesak napas, kelelahan, maupun gangguan tidur.

Kurangnya oksigen di ketinggian tertentu menyebabkan gangguan pada tubuh untuk memperoleh oksigen yang cukup. Selama di tempat itu, tubuh akan terus beradaptasi dengan rentang waktu beberapa hari.

AMS sering terjadi karena bebebrapa faktor seperti ketinggian tempat sudah melebihi 2500 mdpl, pendakian yang sangat cepat, dan kurangnya aklimatisasi. Selain itu orang yang jarang mendaki ke ketinggian beresiko lebih besar terkena AMS daripada orang yang sering mendaki dan beradaptasi dengan ketinggian.

Pendakian perlahan dan tidak buru-buru bisa menjadi cara untuk mencegah AMS. Hal tersebut bisa memberi waktu tubuh untuk aklimatisasi, dan tidak terlalu memaksakan fisik.

AMS yang tidak ditangani segera dan tanpa Tindakan yang benar dapat menyebabkan dampak lebih parah salah satunya adalah edema paru atau otak. Penanganan utama adalah segera menurunkan ketinggian, beristirahat, atau bisa dengan memberikan oksigen dan obat-obatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....