Mimisan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
- 31 Des 2024 06:30 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Mimisan, atau epistaksis, merupakan kondisi medis yang umum terjadi dan ditandai dengan keluarnya darah dari hidung. Meskipun seringkali tidak berbahaya dan dapat berhenti sendiri, mimisan dapat menjadi indikator kondisi kesehatan yang lebih serius jika terjadi berulang atau disertai gejala lain.
Dokter Heraldi, dari Klinik Pondok Kasih, Faskes Tk 1 BPJS di Surabaya, menjelaskan, faktor penyebab mimisan dan cara mengatasinya dengan detail.
Faktor Penyebab Mimisan:
Menurut Dokter Heraldi, mimisan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor-faktor tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:
- Trauma Lokal: Ini merupakan penyebab mimisan yang paling umum. Trauma ringan seperti mengorek hidung, cedera pada hidung akibat benturan, atau bahkan bersin yang keras dapat memicu pecahnya pembuluh darah halus di dalam hidung. Anak-anak, yang cenderung sering mengorek hidung, termasuk kelompok yang rentan mengalami mimisan akibat trauma lokal.
- Kekeringan Rongga Hidung: Udara kering, terutama pada musim kemarau atau di lingkungan dengan pendingin ruangan yang kuat, dapat menyebabkan kekeringan pada selaput lendir hidung. Kondisi kering ini membuat pembuluh darah di hidung lebih mudah pecah dan menyebabkan mimisan.
- Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA): Pilek, flu, dan sinusitis dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada selaput lendir hidung, sehingga meningkatkan risiko mimisan. Pembuluh darah yang mengalami inflamasi lebih mudah pecah.
- Penggunaan Obat-obatan Tertentu: Beberapa jenis obat, seperti aspirin dan antikoagulan (pengencer darah), dapat meningkatkan risiko mimisan dengan mengurangi kemampuan pembekuan darah. Penderita hipertensi yang mengonsumsi obat penurun tekanan darah juga berisiko mengalami mimisan, meskipun hubungannya tidak selalu langsung.
- Kondisi Medis Lainnya: Mimisan juga dapat menjadi gejala dari beberapa kondisi medis yang lebih serius, seperti gangguan pembekuan darah, hipertensi (tekanan darah tinggi), hemofilia, tumor hidung, atau bahkan kanker. Mimisan yang berulang atau disertai gejala lain seperti sakit kepala hebat, sesak napas, atau pendarahan di tempat lain perlu segera mendapatkan perhatian medis.
- Faktor Lingkungan: Ketinggian yang ekstrem dapat menyebabkan perubahan tekanan udara yang dapat memicu mimisan. Udara yang sangat dingin atau panas juga dapat mengiritasi selaput lendir hidung dan meningkatkan risiko mimisan.
Cara Mengatasi Mimisan:
- Dokter Heraldi menekankan pentingnya penanganan yang tepat saat mengalami mimisan untuk mencegah komplikasi dan menghentikan pendarahan. Berikut langkah-langkah yang direkomendasikan:
- Duduk tegak dan miringkan kepala ke depan: Miringkan kepala ke depan, bukan ke belakang. Miringkan kepala ke belakang dapat menyebabkan darah mengalir ke tenggorokan dan dapat menyebabkan mual, muntah, atau bahkan tersedak.
- Penekanan pada hidung: Tekan bagian lunak hidung, tepat di bawah tulang hidung, dengan ibu jari dan telunjuk selama 10-15 menit. Bernapas lah melalui mulut selama proses ini.
- Kompres dingin: Setelah pendarahan berhenti, kompres bagian hidung dengan kompres dingin selama beberapa menit untuk mengurangi pembengkakan dan membantu penyempitan pembuluh darah.
- Istirahat: Setelah pendarahan berhenti, istirahatlah dan hindari aktivitas yang berat.
- Hindari mengorek hidung: Menghindari mengorek hidung sangat penting untuk mencegah mimisan berulang.
Dokter Heraldi menyarankan untuk segera mencari pertolongan medis jika, mimisan berlangsung lebih dari 20 menit dan terjadi secara berulang dan sering. Kemudian terjadi setelah cedera kepala yang signifikan juga disertai gejala lain seperti sakit kepala yang hebat, pusing, atau sesak napas, dan bersamaan dengan keluarnya darah dari tempat lain di tubuh.
Pencegahan Mimisan:
Pencegahan mimisan dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
- Menjaga kelembaban rongga hidung: Gunakan pelembab udara, terutama di musim kemarau atau di ruangan ber-AC.
- Hindari mengorek hidung: Menghindari kebiasaan mengorek hidung dapat mengurangi risiko trauma lokal pada pembuluh darah di dalam hidung.
- Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi: Nutrisi yang cukup penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.
- Mengontrol tekanan darah: Penderita hipertensi harus rutin mengontrol tekanan darah dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
- Berkonsultasi dengan dokter: Jika Anda memiliki riwayat mimisan yang sering atau disertai gejala lain, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosa dan penanganan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....