Apa itu Jam Koma yang Viral Belakangan di Kalangan Gen Z
- 28 Okt 2024 14:23 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Pernah merasa otak seperti sulit fokus, lupa-lupa ingat, dan emosi jadi naik turun? Mungkin itu yang disebut "jam koma". Istilah yang tengah viral ini menggambarkan kondisi di mana otak kelelahan karena terlalu banyak informasi dan stimulasi.
Apa sih penyebabnya?
Gaya hidup modern yang serba cepat dan menuntut untuk terus produktif, menjadi salah satu faktor utama. Penggunaan gadget yang berlebihan, stres kerja, kurang tidur, dan pola makan yang tidak sehat juga turut berkontribusi.
Berikut ini adalah ciri-ciri Jam Koma:
- Otak Lemot: Sulit berkonsentrasi, pikiran jadi buntu, dan susah ngambil keputusan.
- Lupa-lupa Ingat: Nama orang baru kenal langsung lupa, apa yang baru aja dilakukan juga sering lupa.
- Capek Melulu: Badan rasanya lelah banget, padahal belum ngapa-ngapain.
- Emosi Labil: Gampang marah, sensitif, dan nggak sabar.
- Tidur Nggak Nyenyak: Sering mimpi buruk dan susah bangun pagi.
Kalau jam koma dibiarkan terus-menerus, bisa mengganggu produktivitas, hubungan sosial, bahkan kesehatan mental. Lantas bagaimana cara mengatasinya?
- Istirahat yang Cukup: Usahakan tidur 7-8 jam setiap malam.
- Kurangi Waktu di Depan Layar: Batasi penggunaan gadget, terutama sebelum tidur.
- Kelola Stres: Lakukan aktivitas yang kamu sukai, seperti yoga atau meditasi.
- Jaga Pola Makan: Konsumsi makanan sehat dan bergizi.
- Olahraga Teratur: Berolahraga secara rutin bisa meningkatkan sirkulasi darah ke otak.
Taufiq Pasiak, seorang ilmuwan otak mengingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan otak. "Otak kita itu seperti otot, kalau terlalu dipaksa terus-menerus, pasti akan lelah," ujarnya.
Jam koma memang terdengar sepele, tapi dampaknya bisa cukup serius. Jadi, jangan abaikan tanda-tandanya dengan menerapkan gaya hidup sehat, kita bisa menjaga kesehatan otak dan tetap produktif. (jordan/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....