TransNusa Bakal Mengudara ke Bali-Wakatobi

  • 22 Jun 2026 20:44 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari-Maskapai penerbangan TransNusa rencananya bakal mengudara di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penerbangan langsung rute Bali-Wakatobi pulang pergi (PP) diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardestinasi wisata unggulan Indonesia sekaligus mendongkrak pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Melalui flyer promosi bertajuk Terhubung Budaya, Menyatukan Keindahan TransNusa bakal mengkolaborasikan antara kekayaan budaya Bali sebagai destinasi wisata dunia dan pesona bahari Wakatobi yang dikenal sebagai salah satu surga bawah laut terbaik di Indonesia.

Bupati Wakatobi Haliana mengatakan, dia sudah beberapa kali bertandang melakukan pertemuan dengan manajemen ke kantor TransNusa guna merealisasikan penerbangan.

"TransNusa salah satu maskapai baru yang ada di Indonesia dan juga maskapai yang sudah eksis di beberapa jalur penerbangan, mereka ada di Bali ada di Lombok, mereka ada di Manado khususnya di daerah-daerah wisata," ujarnya di Wangiwangi, Sabtu 20 Juni 2026.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) itu mengungkapkan, pihak maskapai berkomitmen untuk memulai penerbangan perdana pada awal Juli 2026.

Selain meningkatkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara, rute baru tersebut juga diyakini dapat memperluas promosi pariwisata Wakatobi ke pasar internasional. Pemerintah daerah pun tengah menyiapkan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung pengembangan sektor wisata kedua daerah.

Pada tahap awal, penerbangan direncanakan beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni Minggu, Senin, dan Kamis. Ke depan, frekuensi penerbangan berpotensi ditingkatkan menjadi setiap hari sesuai perkembangan pasar.

“Rencananya tanggal 1 atau 2 Juli akan dilakukan penerbangan pertama Bali-Wakatobi pulang pergi dengan pesawat jet yang bertipe comac, bukan lagi baling-baling, penumpangnya kurang lebih 100. Saya juga sempat tanya kira-kira sewanya berapa ini Pak Direktur, mereka menyampaikan bahwa belum merilis sewa karena sekarang ini dalam proses izin operasi di Kementerian perhubungan," ungkapnya.

"Kita mohon doa juga dari kita semua seluruh masyarakat Wakatobi, mudah-mudahan bisa lebih cepat, karena mereka targetkan hari Senin izin operasi mereka sudah keluar," sambungnya.

Bupati dua periode itu menerangkan, kehadiran penerbangan langsung dari Bali menjadi langkah penting dalam mendukung status Wakatobi sebagai destinasi prioritas pariwisata nasional. Karena selama ini, akses transportasi udara menjadi salah satu faktor utama yang menentukan tingkat kunjungan wisatawan.

"Harapan kita agar Wakatobi semakin ramai, kita juga menggenjot kunjungan sebagai daerah prioritas pariwisata nasional. Mudah-mudahan dengan kehadiran pesawat ini karena juga memang cita-cita saya dari dulu saya menyampaikan bahwa salah satunya yang akan meramaikan kabupaten Wakatobi adalah transportasi udara, ini harus," tegasnya.

Yang paling penting lagi, kata Haliana adalah, transportasi udara atau connective flight. Khususnya untuk mengkonekkan antara main gate pariwisata nasional yang dekat, yaitu antara Manado-Wakatobi kemudian juga dengan Bali. Kendati konektivitas dengan pintu gerbang utama pariwisata nasional seperti Bali dinilai sangat penting.

Sehingga masyarakat dan pelaku usaha pariwisata diharapkan menyambut positif rencana tersebut, karena diyakini akan memberikan akses yang lebih cepat dan nyaman bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam dan kebudayaan dua top destinasi wisata di Indonesia tersebut.

"Kita tetap komitmen untuk tetap melihat, menghitung dan menganalisa tentang studi kelayakan penerbangan juga dari jalur-jalur yang lain khususnya yang kita minta kemarin dari Manado-Wakatobi," paparnya.

⁠⁠⁠⁠⁠

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....