Sensasi Bara Arang dalam Segelas Kopi

  • 25 Mei 2026 12:17 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Di kawasan angkringan sekitar Stasiun Tugu Yogyakarta, ada satu minuman yang telah menjadi ikon budaya sekaligus topik kajian ilmiah, yaitu Kopi Jos. Keunikannya terletak pada cara penyajian yang tidak biasa, menggunakan sepotong bara arang yang langsung dicelupkan ke dalam segelas kopi hitam.

Minuman khas ini pertama kali dipopulerkan oleh sosok legendaris bernama Lik Man sejak sekitar tahun 1968. Hingga kini, usahanya diteruskan oleh sang anak, Kobar, dengan dua lokasi di dekat Stasiun Tugu dan sekitar Pasar Kranggan.

Nama "Jos" berasal dari bunyi khas yang terdengar saat bara arang dicelupkan ke dalam kopi yang masih panas. Arang yang digunakan pun bukan sembarangan, Lik Man secara khusus memilih arang dari kayu sambi asal Imogiri yang dikenal memiliki kualitas dan daya serap tinggi.

Di balik tampilannya yang nyentrik, Kopi Jos telah menarik perhatian para peneliti. Jurnal Kajian Fisikokimia Penambahan Arang Kayu pada Minuman Tradisional "Kopi Joss" mengungkap bahwa arang kayu dalam minuman ini memiliki angka serap iodium sebesar 83 persen, menjadikannya adsorben yang berkualitas baik.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kadar kafein Kopi Jos lebih rendah dibanding kopi biasa. Kopi biasa mengandung rata-rata 68,78 mg/100 ml kafein, sementara Kopi Jos hanya 55,13 mg/100 ml karena sebagian kafein diserap oleh arang aktif.

Arang yang dipanaskan hingga 250° C berubah menjadi karbon aktif yang berfungsi sebagai pengikat racun dalam tubuh. Prinsip ini sejatinya sudah lama digunakan dalam dunia medis, Amerika Serikat bahkan menjadikan arang aktif sebagai bahan dasar sejumlah obat anti-racun.

Manfaat lain yang dilaporkan meliputi sifat anti-inflamasi dan kemampuan membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti perut kembung. Kandungan arang aktif juga mengandung sorbitol, zat yang berperan sebagai agen penyerap dalam saluran cerna.

Meski memiliki banyak khasiat, konsumsi Kopi Jos tetap dianjurkan secara wajar dan pada waktu yang tepat. Kopi, termasuk Kopi Jos, sebaiknya dinikmati antara pukul 09.30 hingga 11.30 pagi saat kadar kortisol dalam tubuh mulai menurun, agar kafein bekerja lebih optimal.

Popularitas Kopi Jos kini telah melampaui batas kota bahkan batas negara, yang dikenal di mancanegara sebagai The Charcoal Coffee. Bagi warga Yogyakarta, minuman seharga Rp5.000 per gelas ini tetap menjadi simbol keakraban dan kearifan lokal yang tak tergantikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....